Bapanas Dukung UMKM Masuk Pasar Ekspor Saat Temu Bisnis di Dubai

Senin, 26 Feb 2024, 07:38 WIB

Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendukung agar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa memasuki pasar ekspor, dalam acara temu bisnis yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

"Dalam pertemuan bisnis tersebut, fokus pembahasannya adalah bagaimana pemerintah berkolaborasi dalam mendukung pengembangan UMKM, utamanya UMKM Indonesia, bagaimana mewujudkan keberhasilan produk-produk kita menembus pasar ekspor," kata Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Ket. Foto: Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani (kanan) dalam pertemuan bisnis di Dubai, Minggu (25/2/2024). — Sumber: ANTARA/HO-Humas Bapanas

Rachmi menyampaikan pertemuan bisnis tersebut dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab Husin Baqis dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Tashkent Republik Uzbekistan merangkap Kyrgyzstan Profesor Sunaryo Kartadinata, serta perwakilan 23 perusahaan asal Indonesia dan 19 perusahaan Uzbekistan.

Rachmi menjadi delegasi Bapanas dalam kunjungan kerja ke Uni Emirat Arab (UEA) guna melihat langsung pameran Gulfood Dubai 2024 yang diselenggarakan di Dubai World Trade Centre, UEA. Usai visitasi, Rachmi lalu menghadiri pertemuan bisnis yang digelar oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Dubai (KJRI Dubai).

"Diskusi terlaksana guna membahas tindak lanjut Gulfood Dubai 2024 dengan harapan pelaku usaha lintas negara dapat semakin mematangkan kerja sama bisnis, termasuk Indonesia," ucap Rachmi.

Ia menuturkan bahwa pentingnya penguatan peran UMKM dalam pasar ekspor untuk meningkatkan daya saing dan ekspansi bisnis Indonesia di kancah internasional senada dengan arahan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi.

"Kepala Bapanas menyampaikan kepada kami agar selalu mendukung geliat ekspor, terutama produk pangan segar asal tumbuhan (PSAT), sehingga dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional," urai Rachmi.

Terkait ekspor, lanjut Rachmi, Bapanas terlibat dalam penerapan standar keamanan pangan sebagai jaminan kualitas produk pangan yang menjadi komoditas ekspor.

Rachmi mengatakan penerbitanHealth Certificate(HC) merupakan standar keamanan pangan terhadap produk ekspor Indonesia sehingga dapat meminimalisir penolakan negara tujuan ekspor serta tidak menghambat pelaku usaha nasional.

Ia menjelaskan bahwa setiap pangan yang diperdagangkan di dalam negeri maupun ke luar negeri harus memenuhi persyaratan keamanan pangan. Hal tersebut sejalanAgreement on the Application of Sanitary and Phytosanitary Measures (SPS Agreement).

Kemudian sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Keamanan Pangan harus diwujudkan bersama-sama oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan setiap orang yang menyelenggarakan kegiatan pangan yang ada di setiap rantai pangan.

Sertifikat keamanan pangan, tambah Rachmi, seperti HC telah sesuai dengan standar internasional untuk dapat meningkatkan daya saing produk pangan nasional di pasar global.

Bapanas berkomitmen mendorong penerapan standar keamanan pangan untuk menjamin kualitas produk pangan yang dikonsumsi sekaligus mendorong peningkatan ekspor produk pangan Indonesia ke manca negara.

"Bapanas juga mengapresiasi terhadap para pelaku usaha ekspor impor pangan segar yang telah meregistrasikan produknya sebagai bentuk kesadaran akan penjaminan keamanan pangan," ujar Rachmi.

Secara terpisah, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadirkan produk unggulan ke pasar global sehingga harus didorong dalam perluasan jangkauan pasar guna meningkatkan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kita buktikan produk-produk Indonesia bisago international. Kita kurangi secara berkala importasi dan dorong produksi dalam negeri," kata Arief.

Arief mengatakan bahwa berdasarkan data statistik total registrasi dan sertifikasi dalam Sistem Informasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (SIPSAT) yang dikelola Bapanas sepanjang tahun 2023, juma Sertifikat Jaminan Keamanan Pangan (Health Certificate) sebanyak 659.

"Sementara di awal 2024 ini telah ada 67Health Certificateatau HC," kata Arief.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.