Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Diaspora Rayakan 128 Tahun Kedatangan Orang Jawa di Kaledonia Baru

📅 Senin, 19 Feb 2024, 08:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Diaspora Rayakan 128 Tahun Kedatangan Orang Jawa di Kaledonia Baru Doc: ANTARA/HO-Konjen RI Noumea
Ket. Konjen RI di Noumea, Bambang Gunawan, Wali Kota La Foa, Florence Rolland, beserta para tokoh dan diaspora Indonesia berfoto bersama setelah meletakkan karangan bunga di depan monumen kedatangan pekerja Indonesia di Kaledonia Baru, Jumat (16/2/2024).

JAKARTA - Diaspora Indonesia memperingati 128 tahun kedatangan orang Jawa tiba di Kaledonia Baru.

Kedatangan orang Jawa pertama ke Kaledonia Baru dimulai pada 16 Februari 1896 saat Prancis meminta pemerintah kolonial Belanda untuk mendatangkan pekerja kontrak dari Pulau Jawa untuk bekerja sebagai buruh perkebunan, peternakan dan pertambangan nikel di wilayah Prancis di Pasifik, tepatnya di sebelah timur Benua Australia.

Saat ini masih ada sekitar 4.000 orang di Kaledonia Baru yang mengaku sebagai keturunan Jawa, menurut siaran pers Konsulat Jenderal RI di Noumea pada Minggu (18/2).

Disebutkan bahwa sebagian besar dari mereka masih berbahasa Jawa dan selebihnya berbahasa Prancis.

Saat ini generasi muda keturunan Jawa menikmati kehidupan yang lebih baik dari generasi sebelumnya, menurut siaran pers itu.

Tanggal 16 Februari dirayakan sebagai hari kedatangan orang Jawa di Kaledonia Baru yang diramaikan dengan acara "Jamuan Sesepuh" sebagai penghargaan dari generasi muda kepada generasi pendahulunya.

Kedatangan orang Jawa secara bertahap membentuk komunitas Indonesia yang kuat di Kaledonia Baru, meski awalnya menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan budaya dan lingkungan baru. Mereka berhasil memberikan kontribusi positif bagi pembangunan negara tersebut, menurut siaran pers itu.

Disebutkan pula bahwa pengakuan dan penghargaan pemerintah Kaledonia Baru terhadap sumbangsih masyarakat Indonesia tercermin dari pembangunan monumen peringatan kedatangan orang Indonesia di delapan kota di Kaledonia Baru.

Pada Jumat lalu (16/2), pemerintah Kota Paita dan Asosiasi Masyarakat Indonesia di Paitaberkolaborasi menggelar upacara peringatan di halaman balai kota setempat, di mana berdiri monumen 100 tahun peringatan keberadaan orang Indonesia di Kaledonia Baru, khusus di Kota Paita.

Pada hari yang sama, Persatuan Masyarakat Indonesia dan Keturunannya (PMIK) bekerja sama dengan pemerintah Kota Noumea mengadakan acara serupa di Valon du Gaz, Noumea.

Sebagai penghormatan kepada leluhur yang menjadi perintis kedatangan orang Indonesia di Kaledonia Baru, Komunitas Indonesia di Kaledonia Baru mengadakan acara "Jamuan Sesepuh" di Kota La Foa, yang berjarak sekitar 100 km dari Noumea.

Kegiatan yang menampilkan seni budaya Jawa dan Indonesia itu juga menyuguhkan berbagai hidangan khas Indonesia.

Acara itu sekaligus menjadi ajang penghormatan kepada para sesepuh Jawa yang telah berjuang memberikan warisan berharga bagi generasi mendatang di Kaledonia Baru, menurut siaran pers tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.