• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Social Commerce Bantu Jan...

Social Commerce Bantu Jangkau Audiens yang Relevan

Selasa, 13 Feb 2024, 18:46 WIB

JAKARTA - Perdagangan sosial (social commerce) merupakan platform yang dimulai dari unsur sosial dan digunakan untuk mengembangkan basis pengguna sehingga dapat dimonetisasi untuk berjualan. Di samping platform perdagangan elektronik (e-commerce), sosialcommercesaat ini menjadi alat untuk menjangkauaudiensyang relevan.

Hasil riset Ninja Xpress bersama Milieu Insight, dengan melibatkan lebih dari 600 responden para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), menemukan beberapa keunggulan dan manfaatsocial commerce.Melalui riset berjudul Seluk Beluk Social Commerce di Indonesia, menemukan tiga alasan mengapa platform tersebut penting dalam mendukung peningkatan penjualan.

Ket. Foto: Luncurkan platform — Sumber: istimewa

"Untuk itu kami juga mendorong pelaku UKM untuk terus mengembangkan potensi bisnisnya dengan mengembangkan situs online UKM-nya masing-masing dan memaksimalkan pemanfaatan social commerce untuk meningkatkan pendapatan," kata Chief Marketing Officer Ninja Xpress Andi Djoewarsa, melalui keterangan tertulis Selasa (13/2).

Riset Seluk Beluk Social Commerce di Indonesia, tersebut menawarkan wawasan tentang arti pentingnyasocial commerce.Ditemukan tiga alasan mengapa platform ini penting dalam upaya mendukung peningkatan penjualan UKM.

Riset menyatakan sudiensocial commercememiliki jangkauan yang lebih luas dari marketplace. Sebesar 48 persen responden atau penjual (seller) mengatakan bahwasocial commercedapat menyediakan lebih banyak pelanggan potensial yang dapat ditargetkan.

Karakteristik platformsocial-firstadalah unsur sosial, seperti dampak dari banyaknya pengikut dan konten buatan UKM, yang dimanfaatkan untuk membangundatabasedari konsumen. Oleh karena itu, UKM mengatakan ada lebih banyak pelanggan potensial yang dapat ditargetkan.

"Platforme-commerce-first, sepertimarketplace, perlu membayar lebih untuk membangun basis penggunanya. Biaya pemasaran yang besar untuk mendatangkan konsumen ini kemudian dibebankan kepada UKM yang berjualan di platform tersebut," kata Andi.

Keunggulan keduasocial commercemempermudah UKM menemukan targetaudiensdengan konten yang relevan. Sebesar 37 persen responden mengatakan bahwasocial commercemembuka peluang mereka untuk lebih mudah untuk dikenal oleh targetaudiensyang relevan.

"Ketika sebagian besar orang mengunjungi platformsocial-first, biasanya mereka ingin mencari hiburan. Hal ini menciptakan peluang untuk Anda sebagai penjual dalam membuat konten yang kreatif dan relevan dengan brand untuk menarik perhatian pembeli," katanya.

Keunggulan ketiga, Social Commerce membantu melakukan diversifikasi sehingga dapat menjangkau lebih banyak pembeli. Sebesar 34 persen dari seller mengatakan bahwa mereka perlu mendiversifikasi kanal penjualan mereka untuk menargetkan audiens yang lebih beragam.

Menurut database Ninja Xpress tentang penjual Social Commerce di Asia Tenggara, 9 dari 10 orang mendirikan toko dimarketplaceatau menjalankanbrand.com. Hal ini menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan berbagai platform untuk promosi produk dan juga penjualan, para pelaku UKM sebenarnya telah mulai memanfaatkan platformsocial commercedalam mendukung transaksi jual beli mereka.

Selain peluang yang hadir dari platformsocial commerce,ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UKM untuk memaksimalkan pemanfaatansocial commerceseperti adalah 50 persen darisellermenyampaikan bahwa mereka masih memiliki kesulitan untuk membuat konten yang efektif, 48 persen darisellerjuga mengatakan sulit untuk mengejar algoritma platform yang terus berubah.

Doni, founder dari Sneakershoot mengungkapkan bahwa sebagai penjual alat pembersih sepatu dan juga menyediakan layanan pembersihan sepatu,social commercemenyediakan peluang baginya untuk dapat membangun komunikasi yang baik dan menjaga kepercayaan konsumen. Hal ini penting karena merekini memiliki misi membuat konsumen bahagia.

"Kalau mereka tidak puas bisa dikembalikan kok. Dan konsepsocial commercememudahkan kami berhubungan dengan konsumen. Salah satu tantangan nya adalahgoogle authoritydimana UKM wajib memilikiwebsite,oleh karena itu dengan Ninja Xpress membantu UKM membuatkan website membantu validitas UKM kami," ungkapnya.

Uriel Laguarda, pemilik merek Pempek Belida mengungkapkan, tantangan utama dalam pemanfaatansocial commerceadalah saat beriklan. Untuk mengiklankan produk di sosial media hal yang sangat penting yaitu tepat sasaran baik waktu beriklan maupun tepat sasaran dalam menargetkanaudiensdisesuaikan dengan waktu-waktu tertentu karena ada masa dimana beriklan lebih mahal di momen tertentu.

"Selain itu, tantangan lainnya adalah pengiriman yang dapat mengantarkan produk cepat (makanan) dengan harga terjangkau dan hal tersebut dapat dijawab melalui pengiriman Ninja Xpress yang harganya sangat terjangkau bagi UKM," papanya.

Pemilik merek Timonosd, Agustina, menambahkan bahwa para pelaku UKM juga perlu beradaptasi dengan perkembangansocial commercetermasuk di dalamnya memahami algoritma dari sosial media itu sendiri untuk menjangkau lebih banyakaudiens.Salah satu hal yang dilakukan adalah terus berkreasi dengan konten-konten yang relevan dengan targetaudiens.

"Melihat tantangan tersebut, Ninja Xpress sebagai sahabat UKM juga menyediakan fasilitas Ninja Studio sebagai ruang explorasi bagi para pelaku UKM untuk membangun interaksi dengancustomersecaraoffline. Klik di sini untuk mengakses laporan resmi selengkapnya," katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.