Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Prioritaskan Pengembangan Produk

📅 Senin, 12 Feb 2024, 09:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Prioritaskan Pengembangan Produk Doc: istimewa

JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan pengembangan produk Indonesia merupakan salah satu prioritas pemerintah agar dapat diterima di pasar dalam negeri maupun global. Menurut Jerry, pemerintah sebagai regulator harus menjadi contoh dan teladan dalam penggunaan produk dalam negeri.

"Pemerintah pusat maupun daerah harus memastikan produk dalam negeri berdaya. Saat ini, saya memakai kemeja batik buatan lokal. Bahkan, kemeja batik ini dibuat di Kabupaten Minahasa dengan motif Sulawesi Utara," ujar Jerry melalui keterangan di Jakarta, Jumat (9/2).

Kemendag telah menyediakan berbagai program yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), seperti pembinaan, pelatihan, dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, kapasitas sumber daya manusia, kapasitas bisnis, dan perluasan akses pemasaran.

Jerry menyampaikan, UMKM menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia pada situasi pandemi Covid-19 dalam tiga tahun terakhir. Dari sisi ekspor, lebih dari 75 persen eksportir merupakan UMKM.

Meski demikian, kontribusinya baru mencapai empat persen terhadap total nilai ekspor Indonesia. Karena itu, para pelaku UMKM diharapkan dapat melek teknologi agar memperluas cakupan promosi produk dan mampu bersaing secara kualitas.

Sementara itu, Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Krisna Ariza menyatakan, pemerintah sedang mempersiapkan Indonesia Emas 2045 dengan cita-cita menjadikan masyarakat adil, makmur, dan sejahtera. Tentu, terdapat hal yang harus disiapkan untuk mewujudkannya.

Transformasi SDM

Pertama, perlu adanya transformasi sumber daya manusia UMKM. Pandemi Covid-19 dan perkembangan teknologi membuat pola konsumen berubah.

"Saat ini, penjualan tidak hanya dilakukan secara tatap muka, tapi juga secara daring. Pelaku UMKM membutuhkan kemampuan manajerial untuk mengatur penjualan langsung maupun daring," kata Krisna.

Krisna menyebut, hal kedua yang harus disiapkan adalah inovasi produk UMKM yang harus terus dilakukan seiring pertumbuhan zaman. Ketiga, pola kemitraan dengan toko retail modern.

Keempat, ketika ada peningkatan produksi, para pelaku UMKM harus berani meningkatkan kapasitas modal dan kapasitas produksinya dengan meminjam uang kepada jasa keuangan perbankan.

"Fasilitas yang diberikan pemerintah adalah sesuai yang dipersyaratkan. Hal itu harus dimanfaatkan dengan baik dan menjadi sarana untuk memperluas akses pasar," ucapnya.

Krisna mengatakan, Kementerian Perdagangan akan terus berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan di seluruh kabupaten di Indonesia untuk memberikan pembinaan dan pelatihan terkait cara berjualan daring. Pemerintah hadir secara nyata memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan pelaku UMKM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Daerah
Anggota DPR Dorong Perlindu...
Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.