Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Yaqut Minta Jajaran Libatkan Masyarakat dalam Program Keagamaan

📅 Rabu, 07 Feb 2024, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Yaqut Minta Jajaran Libatkan Masyarakat dalam Program Keagamaan Doc: kemenag.go.id

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, meminta jajarannya untuk melibatkan masyarakat luas dalam pelaksanaan program pembangunan di bidang agama.

"Pelaksanaan program 2024 agar tidak hanya melibatkan satuan kerja. Kemenag perlu menguatkan pelibatanstakeholders," kata Yaqut dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/2).

Pesan ini disampaikan Yaqut saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama 2024 di Semarang yang mengusung temaTransformasi Kementerian Agama menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Yaqut, pelibatan umat penting agar pelaksanaan program lebih efektif, bermanfaat, dan tepat sasaran. Menurut dia, pembangunan bidang agama bukan semata tugas pemerintah, tapi juga masyarakat.

Yaqut mencontohkan, aspek peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan. Menag meminta agar para pengelola Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) swasta juga mesti diajak duduk bersama untuk merumuskan langkah dan program strategis memajukan pendidikan.

"Konsolidasi PTKI, negeri dan swasta, sangat penting untuk mendiskusikan bersama upaya peningkatan kualitas pendidikan," kata dia.

Konsolidasi juga bisa dilakukan Kemenag dengan lembaga-lembaga keagamaan dalam rangka meningkatkan kualitas kerukunan.

Pada sisi lain, Menag mengapresiasi adanya kenaikan indeks kerukunan umat beragama dalam tiga tahun terakhir, yaitu 67,46 (2021), 72,39 (2022), dan 76,02 (2023).

Ada tiga dimensi yang dipotret, yaitu toleransi (74,47), kesetaraan (77,61), dan kerja sama (76,00)

"Meski terus naik, saya yakin, peningkatan kualitas kerukunan akan lebih cepat jika upayanya dilakukan dengan penguatan pelibatan masyarakat," kata dia.

Rakernas diikuti 290 peserta yang hadir secara luring di Semarang. Selain itu, ada 10.024 satuan kerja (satker) yang mengikuti pembukaan secara daring.

Peserta yang hadir adalah para kepala Kankemenag kabupaten/kota, kepala Balai/Loka Diklat, kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), kepala madrasah, serta kepala Kantor Urusan Agama (KUA). Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.