Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS catat ekonomi Riau 2023 tumbuh 4,21 persen

📅 Senin, 05 Feb 2024, 22:11 WIB | Oleh:
BPS catat ekonomi Riau 2023 tumbuh 4,21 persen Doc: ANTARA/Frislidia.
Ket. Kepala BPS Riau Asep Riyadi saat merilis pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2023.

Pekanbaru - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat ekonomi wilayah itu pada tahun 2023 tumbuh sebesar 4,21 persen dengan pertumbuhan terjadi pada seluruh
lapangan usaha.

"Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah bidang konstruksi sebesar 9,17 persen, diikuti transportasi dan pergudangan sebesar 8,31 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 7,67 persen," kata Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi dalam keterangannya di Pekanbaru, Senin.

Menurut Asep, untuk lapangan usaha industri pengolahan memiliki peran dominan tumbuh 3,63 persen. Sedangkan Pertanian, Kehutanan dan Perikanan serta pertambangan dan penggalian masing-masing tumbuh sebesar 3,23 persen dan 2,52 persen.

Akan tetapi, katanya, struktur PDRB Riau menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2023 masih didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 27,55 persen, diikuti oleh pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 26,30 persen.

"Bidang pertambangan dan penggalian berperan terhadap pertumbuhan ekonomi Riau adalah sebesar 19,78 persen, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 10,26 persen dan konstruksi sebesar 9,69 persen. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Riau mencapai 93,57 persen," katanya.

Sedangkan secara agregat, pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatra tahun 2023 tumbuh sebesar 4,69 persen. Perekonomian seluruh provinsi di Sumatera mengalami pertumbuhan.

Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 5,20 persen, sedangkan Provinsi Riau mengalami pertumbuhan ekonomi terendah sebesar 4,21 persen.

Jika ditinjau berdasarkan kontribusi PDRB dari tiap provinsi di wilayah regional Sumatra, maka Sumatra Utara dan Riau memiliki kontribusi tertinggi yaitu masing-masing sebesar 23,25 persen dan 22,71 persen.

"Sedangkan Provinsi Bengkulu merupakan provinsi dengan kontribusi terendah terhadap perekonomian Sumatera yaitu sebesar 2,14 persen," demikian Asep.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Rona
Hari Ini Resmi Diperingati ...
Nasional
BMKG Khawatirkan Durasi Mus...
Nasional
Bapanas Proses 102 Tersangk...
Advertisement
Indonesia vs Singapura di GBK Hari Ini, Polri Siapkan 3.852 Personel

Indonesia vs Singapura di GBK Hari Ini, Polri Siapkan 3.852 Personel

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.