OIKN Mengkaji 350 Komitmen Kerja Sama di Nusantara

Sabtu, 03 Feb 2024, 00:01 WIB

PENAJAM PASER UTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) tengah mengkaji 350 dokumen komitmen awal untuk kerja sama (letter of intent/LoI) dalam pembangunan di Kota Nusantara, Ibu Kota negara masa depan Indonesia.

"Saat ini sudah sekitar 350 LoI yang diterima OIKN dan tengah dikaji. Proses kajian dilakukan secara detail untuk memberikan kerja sama yang saling menguntungkan, terutama dalam pembangunan Kota Nusantara," ungkap Kepala OIKN, Bambang Susantono, di Penajam, Jumat (2/2).

Ket. Foto: BAMBANG SUSANTONO Kepala OIKN - Kota Nusantara dibangun menjadi kota yang enak dan layak dihuni, serta menyenangkan. — Sumber: ISTIMEWA

Seperti dikutip dari Antara, Bambang mengatakan pembangunan Kota Nusantara diharapkan terus berjalan lancar dan sesuai target yang telah ditetapkan, serta memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia, kemudian menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, mendorong pemerataan ekonomi untuk mencapai Indonesia Emas pada 2045.

Lebih jauh, Bambang mengatakan total investasi yang telah masuk untuk pembangunan Kota Nusantara tahap satu mencapai lebih kurang 47,5 triliun rupiah, dengan porsi investasi swasta mencapai sekitar 35,9 triliun rupiah dan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kisaran delapan triliun rupiah.

Dana pembangunan Kota Nusantara pada sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur itu disebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih kurang 466 triliun rupiah dengan hitungan sekitar 19-20 persen berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan kisaran 80 persen melalui investasi.

OIKN optimistis akan lebih banyak lagi investor yang menanamkan modal jangka panjang dalam pembangunan Kota Nusantara pada 2024, dengan target lebih kurang 100 triliun rupiah hingga akhir tahun ini yang berasal dari swasta maupun BUMN.

Perencanaan Matang

Kota Nusantara dibangun dengan perencanaan yang matang berdasarkan kajian dan studi, kata dia, dan diskusi dengan berbagai ahli di bidangnya agar masyarakat yang tinggal di Ibu Kota negara baru Indonesia itu betah dan nyaman.

"Kota Nusantara dibangun menjadi kota yang enak dan layak dihuni, serta menyenangkan," tambahnya.

Konsep yang bakal diterapkan di Kota Nusantara, tambah Bambang, direncanakan dengan matang, OIKN mencari metode kajian metodologi dan teori yang relevan mewujudkan konsep itu.

Sebelumnya, Bambang mengatakan keterlibatan investor swasta domestik menjadi penting dalam pembangunan IKN.

"Investor domestik penting karena mereka yang lebih banyak tahu bagaimana kondisi di lapangan dan bagaimana mengatasi risiko-risiko yang ada, dibandingkan investor asing," ujar Bambang.

Menurut Bambang, investor asing cenderung menjalin kolaborasi dengan investor domestik untuk mengetahui lebih banyak bagaimana memitigasi risiko.

"Kita melihat sudah terdapat empat kali groundbreaking di IKN. Artinya, investor domestik meyakini bahwa IKN ini merupakan suatu rencana baik dan dari sisi profit menguntungkan," katanya.

OIKN sendiri terus melanjutkan sejumlah groundbreaking berikutnya dalam satu atau dua bulan ke depan. "Saya ingin menyampaikan bahwa efek bola saljunya sudah mulai menggelinding," ujar Bambang.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.