- Home
-
- Megapolitan
-
- Bogor Manfaatkan Limbah un...
Bogor Manfaatkan Limbah untuk Energi 'Hybrid'
Sabtu, 03 Feb 2024, 04:00 WIBBOGOR - Desa Bojongkulur, Kabupaten Bogor memanfaatkan limbah menjadi energi hybrid untuk mendukung capaian target net zero emission. Upaya ini dikerjakan para mahasiswa penerima beasiswa sobat bumi Universitas Pertamina.
Mereka memanfaatkan limbah menjadi energi hybrid dalam upaya mendukung capaian target net zero emission (NZE) dan transisi energi di Indonesia. Upaya transisi energi itu menjadi bagian dari program Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SOBI) yang dilaksanakan di Desa Bojongkulur, Kabupaten Bogor.
VP CSR & SMEPP Management Pertamina, Fajriyah Usman, Jumat (2/2), seperti dikutip Antara, mengapresiasi keterlibatan penerima beasiswa untuk mendukung program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina, Desa Energi Berdikari. Menurutnya, keterlibatan para penerima beasiswa membantu misi Pertamina untuk mengenalkan transisi energi dan meningkatkan kemandirian masyarakat.
"Teman-teman sobat bumi telah menjalankan misi Pertamina untuk mengenalkan transisi energi ke level masyarakat. Harapannya, DEB SOBI yang sudah dijalankan bisa bermanfaat dan teraplikasi ke desa-desa lainnya," ujar Fajriyah.
Dia berharap dengan begitu akan meningkatkan kemandirian masyarakat dari segi ekonomi dan energi. "Jangan berhenti, terus berkontribusi membawa dampak positif kepada masyarakat," ujar Fajriyah.
DEB SOBI Universitas Pertamina berlokasi di Desa Bojongkulur yang merupakan tempat produksi tahu berskala rumahan. Setiap harinya, desa tersebut mampu menghasilkan 50 kilogram tahu. Ini setara dengan 2.000 potong tahu. Namun, limbah produksi yang dihasilkan belum dikelola dengan baik, sehingga berdampak negatif bagi kesehatan warga.
Campuran Olahan
Menjawab permasalahan tersebut, para penerima beasiswa sobat bumi Universitas Pertamina bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengimplementasikan campuran olahan limbah cair hasil produksi tahu dan kotoran sapi menjadi energi alternatif hybrid, yakni kombinasi biogas dengan panel surya bernama Biosaka-1.
Limbah cair diolah melalui proses fermentasi menggunakan digester berkapasitas 3 meter kubik dan integrasi tenaga surya yang berperan sebagai optimalisasi produksi biogas melalui pengaturan suhu pada digester. Dalam upaya pemanfaatan biogas untuk masyarakat, pemuda Desa Bojongkulur diberikan edukasi terkait penggunaan energi, pengoperasian digester, dan perawatan digester.
"Energi hybrid yang dihasilkan dari biodigester dapat digunakan untuk memasak, penerangan, dan pemanas air. Bahkan untuk menggerakkan mesin atau generator listrik kecil," jelas seorang penerima beasiswa sobat bumi sekaligus koordinator DEB SOBI Universitas Pertamina, Reva Angga.
Menurut Reva, di Desa Bojongkulur tersebut, energi yang dihasilkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari masyarakat. Misalnya, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Juga mengurangi polusi lingkungan karena limbah organik.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Film Terbaru "Spider Man: Brand New Day" Ceritakan Babak Selanjutnya Kisah Peter dan MJ
-
Sejumlah SPBU di Beberapa Wilayah Mulai Antre, Ini Kata Pertamina
-
Menteri LH Minta Hotel, Restoran, dan Kafe Kelola Sampah secara Mandiri
-
Menhan Sjafrie Bertemu Richard Marles: Bahas Jakarta Treaty dan Geopolitik Kawasan
-
Pertamina Sumbagsel Pastikan Pasokan Energi Aman Selama Libur Lebaran
-
Gubernur DKI Pramono Anung Dorong Target Net Zero Emission
-
JPE Matangkan Persiapan, Siap Hadapi Gresik Phonska Plus di Grand Final Proliga 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.