Australia Versus Korsel Diprediksi Bakal Seru

Jumat, 02 Feb 2024, 07:13 WIB

DOHA - Untuk ketiga kalinya dalam empat edisi terakhir Piala Asia, Australia dan Korea Selatan berhadapan. Kali ini di perempat final, Jumat (2/2) malam waktu setempat di Stadion Al Janoub, Doha, Qatar.

Laga ini diprediksi bakal berjalan sengit. Di babak 16 besar, Socceroos (julukan timnas Australia) meraih kemenangan meyakinkan 4-0 atas Indonesia. Korea Selatan bermain imbang dengan Arab Saudi waktu normal dan perpanjangan waktu. Akhirnya, Korsel menang 4-2 melalui adu penalti.

Ket. Foto: Australia akan menghadapi Korea Selatan I Pemain Australia merayakan gol keempat pada pertandingan Piala Asia AFC Qatar 2023 antara Australia melawan Indonesia di Stadion Jassim bin Hamad, Doha, Qatar, Minggu (28/1). Australia akan menghadapi Korea Selatan di perempat final, Jumat (2/2) malam waktu setempat di Stadion Al Janoub, Doha, Qatar. — Sumber: Giuseppe CACACE /AFP

Di sepanjang babak penyisihan grup, Australia bertahan dengan lini belakang yang kompak. Namun di laga babak 16 besar kontra Indonesia terlihat tajam di lini serang. Empat gol yang dicetak saat melawan Indonesia adalah jumlah yang sama dengan hasil di fase grup.

Itu merupakan gol terbanyak kedua yang dicetak Socceroos di babak sistem gugur Piala Asia sejak mengalahkan Uzbekistan 6-0 di semifinal tahun 2011. Tim asuhan Graham Arnold itu, kini tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan berturut-turut di semua kompetisi. Australia mengungguli lawan-lawan 20-1 dalam rentang waktu tersebut.

Laga babak 16 besar adalah pertandingan ke-50 bagi Arnold sebagai pelatih Socceroos. Pria yang memenangkan dua gelar A-League sebagai pelatih itu hanya menderita total tujuh kekalahan dalam tugasnya sebagai pelatih tim nasional Australia.

Sejak melakoni debut di Piala Asia tahun 2011, Australia hanya kebobolan tiga gol di seluruh pertandingan babak sistem gugur. Australia tidak pernah kebobolan lebih dari satu gol dalam satu pertandingan di luar babak penyisihan grup.

Tapi dia belum pernah mengalahkan Korea Selatan sejak Piala Asia 2015. Saat itu Australia memenangkan laga final yang penuh drama dengan skor 2-1 melalui perpanjangan waktu di kandang sendiri. Ini satu-satunya kesempatan mengangkat trofi.

Tim Korea Selatan yang gigih dan penuh tekad menunjukkan ketahanan luar biasa di babak 16 besar. Dia mencetak gol di menit kesembilan injury time. Kemudian menjaga ketenangan saat adu penalti.

Tim asuhan Jurgen Klinsmann ini harus melawan kerumunan pendukung Arab Saudi. Namun akhirnya Korea Selatan mendapatkan yang pantas diraih. Laga kontra Australia menjadi perjalanan kedua berturut-turut ke perempat final Piala Asia.

Taegeuk Warriors (julukan timnas Korea Selatan) hanya menderita satu kekalahan sebelumnya di perempat final Piala Asia. Korea kalah 1-0 dari juara bertahan Qatar empat tahun lalu.

Empat dari enam gol yang dicetak di Piala Asia tahun ini tercipta setelah menit 80. Tiga di antaranya tercipta di injury time. Korea Selatan belum kebobolan dalam tujuh pertandingan berturut-turut menjelang turnamen. Namun dia telah kebobolan tujuh kali dalam empat pertandingan Piala Asia 2023.

Korea Selatan hanya kalah satu kali dari lima pertandingan kompetitif terakhir melawan Socceroos. Dia membukukan tiga clean sheet selama periode tersebut. Di pertandingan lain yang berlangsung Jumat malam, dua tim yang tampil di perempat final Piala Asia untuk pertama kalinya, Tajikistan dan Yordania bertanding di Stadion Ahmed bin Ali.

Tajikistan tidak terkalahkan dalam dua pertemuan dengan Yordania. Dia menang 1-0 dalam pertandingan persahabatan Februari 2021. Kemudian, kebobolan gol penyama di injury time dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 November lalu (imbang 1-1).

Yordania telah memenangkan tiga dari lima pertemuan sepanjang masa melawan Tajikistan. Dia kebobolan dua gol di semua pertandingan tersebut.

Iran-Jepang

Laga menarik lainnya akan tersaji saat dua tim kuat, Iran dan Jepang bertemu. Iran akan bertemu Jepang di perempat final Piala Asia setelah melewati perpanjangan waktu dengan 10 pemain untuk mengalahkan Suriah 5-3 melalui adu penalti, Kamis (1/2) dini hari WIB.

Sedangkan Jepang mengalahkan Bahrain 3-1 meski kiper Zion Suzuki kembali melakukan kesalahan. Kapten Ehsan Hajsafi mencetak penalti kemenangan bagi Iran atas Suriah dan menjadi tim yang lebih baik di sebagian besar pertandingan. Iran memainkan 30 menit terakhir dengan 10 pemain. Sebab striker Porto Mehdi Taremi dikeluarkan dari lapangan karena kartu kuning kedua saat kedudukan 1-1 di akhir waktu normal.

Kiper Alireza Beiranvand menjadi pahlawan dalam adu penalti bagi Iran. Dia menggagalkan tendangan penalti kedua Suriah dari Fahd Youssef. Iran mengejar mahkota Piala Asia pertama sejak 1976. Laga Iran lawan Jepang di perempat final akan berlangsung hari Sabtu. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Australia Perketat Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Denda Platform Naik hingga Rp1,1 Triliun

Kasus Kematian Dokter Icha, Polisi Periksa Saksi dan Siapkan Klarifikasi Tiga Oknum DPRD TTU

DPRD Jabar Minta Penindakan Rokok Ilegal Tak Hanya Razia, Produsen Harus Dihukum agar Timbulkan Efek Jera

Ribuan Orang dari Seluruh Dunia Berkumpul di Roma Rayakan Ulang Tahun ke-80 Skuter Ikonik Vespa

Gempa Bumi Venezuela: Korban Tewas Capai Lebih dari 1.400 Orang

KKP Bangun Tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Sampang, Dorong Kesejahteraan Nelayan dan Ekonomi Pesisir

Kementan Percepat Cetak 2.000 Hektare Sawah di Papua Pegunungan, Perkuat Ketahanan Pangan dan Swasembada Nasional

Kemenhub Pastikan Tarif Transportasi Umum Terintegrasi Rp10.000 di Jakarta Masih Berlaku, Ini Cara Menggunakannya

Salah Tetap Jadi Motor Serangan Mesir, Namun Kekuatan Kolektif Mulai Menonjol

Martín Rebut Pole Position MotoGP Belanda, Márquez Terpuruk di Posisi Ketujuh

Wali Kota Yogyakarta Ajak Mahasiswa Raih Financial Freedom Sebelum Usia 50 Tahun, Tekankan Pentingnya Soft Skill

Kanada vs Afrika Selatan: Pertemuan Dua Tim yang Mengukir Sejarah di Piala Dunia 2026

Aljazair vs Austria: Perebutan Tiket Fase Gugur, Duel Sengit di Grup J Piala Dunia 2026

Argentina Bidik Rekor Sempurna, Yordania Berjuang Tutup Piala Dunia 2026 dengan Kebanggaan

AS Luncurkan Program Rudal Udara-ke-Udara Terjauh di Dunia untuk Hadapi Tiongkok

Dari A24 Jadi 'AI24'? Kolaborasi dengan Google DeepMind Picu Gelombang Kritik

Ubah Strategi, 'The Odyssey' Tak Mengundang Influencer, Gala Premiere Hanya untuk Kritikus

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.