Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Halteng Gencarkan Pembangunan Rumah Layak Huni

📅 Minggu, 21 Jan 2024, 13:59 WIB | Oleh:
Pemkab Halteng Gencarkan Pembangunan Rumah Layak Huni Doc: Dok. Pemkab Halteng

Penjabat (Pj) Bupati Halmahera Tengah (Halteng), Ikram M Sangadji meninjau pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) yang ada di Desa Nurweda, Kecamatan Weda. Pembangunan tersebut sebagai upaya Pemkab Halteng untuk pengentasan kemiskinan.

"Kami akan bangun dua kamar tidur, kamar mandi/WC serta dapur, jadi tuan rumah tidak perlu keluarkan biaya dan bahan," kata Ikram saat bertata[ mka dengan masyarakat yang akan dibangun rumahnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Halteng, Jumat (19/1).

Ikram menjelaskan, pembangunan RLH ini merupakan program pembangunan yang ada di lima program prioritas yaitu pengentasan kemiskinan, bukan program tertentu atau kelompok.

"Tahun ini akan dibangun, saya perintahkan Kadis Perkim dipercepat untuk empat rumah yang ada di Pesisir Desa Nurweda untuk dibangun, senada bupati juga perintahkan Kadis Perikanan menyerahkan katiting (perahu) untuk nelayan," imbuhnya.

Usai mengunjungi pembangunan RLH, Ikram turut menghadiri kegiatan menanam cabai yang bertempat di Pondok Pesantren Salman Al-Farizi, Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan.

Penanganan inflasi menjadi satu dari beberapa program prioritas Pj Bupati Ikram M Sangadji guna menjaga kestabilan daya beli masyarakat. Hal ini yang mendorong Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian terus melakukan langkah-langkah preventif dan kolaboratif untuk peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Halmahera Tengah.

Ikram memberikan semangat kepada Pondok Pesantren dan Dinas Pertanian agar terus menanamkan jiwa usahanya di bidang pertanian guna mendukung program prioritas

"Pemerintah sudah sangat bekerja keras dalam mengintervensi daya beli masyarakat terhadap produk pertanian salah satunya tanaman cabai yang pernah berada di harga Rp.170.000/kg, pemerintah daerah memberikan subsidi dengan harga Rp.110.000/kg sehingga masyarakat bisa merasa sanggup dalam membeli cabai di pasar," ucapnya.

Lebih lanjut, kata dia, pemerintah harus memahami filosofi inflasi, sehingga tidak stagnan dengan pasrah terhadap harga pasar yang semakin tingga tanpa mengetahui akar dari kondisi harga yang semakin membludak. Ia juga menegaskan, pemerintah harus menginventarisir data petani, kelompok tani, luas lahan, jumlah komoditi yang ditanam, kebutuhan bibit, pupuk dan kebutuhan air sehingga ini menjadi data bagi pemerintah dalam melakukan pengendalian inflasi agar bisa memproduksi hasil pertanian secara mandiri.

"Tidak perlu khawatir, silakan lakukan penanaman dan saya akan berdayakan perempuan melalui PKK. Hasil produksi pondok pesantren akan diambil oleh PKK dan akan dijual ke Dharma Wanita dan Dharma Wanita akan jual di pasar secara langsung," pungkas Ikram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Trump Isyaratkan Negosiasi ...
Megapolitan
Selama Agustus, DKP Tangera...

Pekan Pertama Agustus, Harga Bensin Turun

1 jam lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Pekan Pertama Agustus, Harg...
Megapolitan
Gardu Induk Gandul Sudah Pu...
Ekonomi
Pemerintah Dorong Lahirnya ...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.