Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Alvarez & Marsal Ungkap Emiten di Indonesia Rapuh Pascapandemi

📅 Jumat, 19 Jan 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Alvarez & Marsal Ungkap Emiten di Indonesia Rapuh Pascapandemi Doc: ANTARA/ Muhammad Heriyanto
Ket. Alvarez & Marsal (A&M) meluncurkan laporan berjudul "Indonesia A&M Distress Alert: Indonesian Companies Remain Under Stress Despite Post-Covid Recovery" di Hotel Alila, SCBD, Jakarta, Kamis (18/01/2024).

JAKARTA - Perusahaan jasa konsultansi strategi global Alvarez & Marsal (A&M) mengungkapkan bahwa kondisi perusahaan (emiten) di Indonesia cenderung rapuh pascapandemi Covid-19.

Dalam laporannya berjudul "Indonesia A&M Distress Alert (ADA): Indonesian Companies Remain Under Stress Despite Post-Covid Recovery", A&M mengungkapkan sebanyak 19 persen emiten membutuhkan peningkatan kinerja keuangan.

Kemudian, kata Managing Director A&M Indonesia Alessandro Gazzini di Hotel Alila, SCBD, Jakarta, Kamis, sebanyak 9 persen emiten perlu mengatasi kinerja operasional, dan 14 persen membutuhkan perbaikan secara simultan pada kedua area itu.

"Di sisi lain, sebanyak 44 persen dari emiten memiliki peluang besar untuk melakukan perbaikan," ujarnya.

Alessandro mengatakan situasi keuangan emiten di Indonesia belum kembali ke tingkat sebelum pandemi Covid-19, bahkan pemulihan setelahnya cenderung lamban.

Menurutnya, lebih dari 44 persen perusahaan yang mengalami kesulitan pada 2022 telah berada dalam kondisi itu tiga tahun sebelumnya, dengan hanya 32 persen yang kembali ke status semula.

"Hal ini berbanding terbalik dengan negara yang ekonominya lebih maju seperti Inggris, dimana hanya 24 persen perusahaan yang masih dalam kondisi tertekan dalam kurun waktu tiga tahun, dan 65 persen diantaranya telah kembali ke status semula," ujar Alessandro.

Ia menjelaskan, faktor utama yang menyebabkan tekanan adalah neraca keuangan dan struktur modal yang melemah, bukan karena kinerja operasional yang terganggu.

Sebanyak 22 persen dari perusahaan yang mengalami tekanan pada 2022 memiliki skor ketahanan neraca yang rendah tiga tahun sebelumnya, dan menimbulkan kekhawatiran diperparah oleh kondisi suku bunga yang tinggi, sehingga menimbulkan tantangan serius bagi perusahaan untuk mencari pembiayaan baru.

"Laporan ADA kami berperan sebagai pengingat, untuk mendorong adanya tindakan segera guna meningkatkan kinerja keuangan dan meningkatkan efisiensi operasional," ujar Alessandro.

Alessandro menjelaskan, analisis ADA mengidentifikasi adanya tekanan pada seluruh sektor, terutama sektor Pertambangan Logam & Non-Batubara, Ritel & Transportasi, dan Infrastruktur & Konstruksi menjadi tiga sektor yang paling terpapar.

Kemudian, Sektor Barang Konsumsi dan Bahan Kimia & Material menunjukkan tren memburuk yang mengkhawatirkan dalam hal tekanan selama dua tahun terakhir.

Sementara itu, sektor Pertanian, Pertambangan Batu Bara dan Energi, Komunikasi dan TI, serta Kesehatan mencatat tingkat tekanan yang rendah dengan tren pemulihan yang signifikan.

Laporan ADA berdasarkan penilaian terhadap kinerja keuangan 360 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang memiliki pendapatan tahunan lebih dari 50 juta dolar AS pada 11 sektor industri.

Indikator yang digunakan adalah 17 indikator kinerja utama (KPI) untuk menilai ketahanan neraca keuangan dan pendapatan perusahaan, mengidentifikasi perusahaan yang sedang atau akan mengalami tekanan keuangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.