Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Puan Bicara Soal 3 PM Saat Berbincang dengan Pelaku UMKM Semarang, Apa Itu?

📅 Senin, 15 Jan 2024, 10:07 WIB | Oleh: Tim Penulis

Bersama para pengrajin, Puan ikut membatik dengan canting yang dilakukan dengan proses warna alami menggunakan tumbuhan seperti daun indigo, mangrove, tingi, kayu tageran, dan kulit kayu secang.

Sentra Batik Malon merupakan sentra batik satu-satunya yang memanfaatkan limbah mangrove dan propagule kering yang sangat ramah lingkungan. Limbah yang dimanfaatkan ini menghasilkan warna coklat.

Di sentra batik ini, Puan membeli beberapa produk UMKM. Seperti tas karung goni dari toko De Qipaz Gift and craft yang pembuatan tasnya dengan mesin, namun tetaphandmade(menggunakan manual) untuk beberapa bagian seperti pegangan tas dan gambarnya.

Puan juga terlihat meninjau pembuatan payung lukis di unit usaha Bebby Batik Art. Kepada Puan, sang pemilik toko menunjukkan payung yang dilukisnya sendiri. Lukisan di payung itu bercerita tentang kisah Bandung Bondowoso.

Pada payung lukis tersebut, Bebby sang pemilik toko melukis kisah pembuatan Candi Prambanan dengan canting di media kain selebar 3 meter. Sementara pengerjaan payung ia serahkan kepada pengrajin payung.

"Batik tulis khas Semarang cakep-cakep," ucap Puan.

Para pengrajin Sentra Batik Malon diketahui menerapkan teknik baru, yakni menggabungkan teknik batik dengan shibori (teknik ikat). Pengelola Sentra Batik Malon, Marheno mengatakan anggota komunitas di Sentra Batik Malon juga memberi pelatihan ke seluruh Indonesia.

"Terjauh ke Papua untuk pelatihan batik dengan memanfaatkan limbah mangrove, atau sumber daya alam yang ada di daerah masing-masing. Tujuannya agar mereka tidak ketergantungan dengan bahan baku dari Jawa," jelas Marheno.

Kehadiran Puan di Sentra Batik Malon mendapat sambutan hangat dari para pengunjung dan pelaku UMKM di tempat tersebut. Setelah selesai meninjau UMKM di Sentra Batik Malon, Puan menikmati jajanan pasar yang ada di stand Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman). Stand ini berada di depan gedung Sentra Batik Malon.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.