- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pemimpin RI Harus Meniru X...
Pemimpin RI Harus Meniru Xi Jinping Berantas Korupsi
Kamis, 11 Jan 2024, 00:03 WIBBEIJING - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada Senin (8/1), bersumpah untuk meningkatkan tindakan keras terhadap korupsi di sektor-sektor utama, termasuk keuangan, energi, dan infrastruktur.
Dikutip dari Ipot News, Xi, yang memulai dekade keduanya sebagai pemimpin tertinggi Tiongkok pada 2022 dengan melanggar norma-norma politik yang sudah lama ada, telah melancarkan kampanye sengit melawan korupsi sejak mengambil alih kekuasaan.
Para pendukungnya mengatakan kampanye tersebut mendorong pemerintahan yang bersih, meskipun para kritikus membantah bahwa kampanye tersebut berfungsi sebagai sarana bagi Xi untuk menyingkirkan lawan-lawan politiknya.
"Upaya yang lebih kuat untuk memerangi korupsi di keuangan, perusahaan milik negara, energi, obat-obatan dan infrastruktur," perintah Xi dalam pidatonya di hadapan badan anti-korupsi Partai Komunis Tiongkok, seperti yang dilaporkan kantor berita negara Xinhua.
"Kemenangan luar biasa telah diraih dalam pemberantasan korupsi, dengan kemajuan yang terkonsolidasi sepenuhnya selama sepuluh tahun terakhir," lanjut Xi.
"Namun demikian, situasinya masih buruk dan rumit. Kita harus sepenuhnya menyadari perkembangan baru dalam pemberantasan korupsi dan tempat berkembang biak serta kondisi korupsi," kata Xi memperingatkan.
Menurut angka resmi terbaru pada bulan Juni 2022, sekitar 4,8 juta pejabat partai di Tiongkok telah diselidiki sejak tahun 2012. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1,5 juta orang telah dijatuhi hukuman mulai dari hukuman penjara yang lama hingga pemecatan dari jabatan resmi, penurunan pangkat, dan pengusiran dari partai.
Dalam beberapa bulan terakhir, kampanye antikorupsi telah menyebar ke berbagai industri termasuk perbankan, asuransi, bisnis yang didukung negara, dan bidang olahraga.
Stasiun televisi pemerintah, China Central Television (CCTV) melaporkan pada hari Senin bahwa seorang mantan eksekutif puncak di sebuah perusahaan minyak dan gas milik negara telah ditangkap karena dugaan suap. Pada hari yang sama, lembaga antirasuah juga mengumumkan penyelidikan terhadap mantan kepala kantor operasi ekonomi perusahaan monopoli tembakau milik negara itu.
Akhir bulan lalu, media pemerintah juga melaporkan bahwa mantan wakil ketua regulator perbankan negara itu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Sangat Akut
Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, berharap tindakan tegas Presiden Tiongkok itu bisa ditiru pemimpin Indonesia, sebab masalah korupsi di Indonesia sudah sangat akut.
Dia juga menegaskan bahwa untuk menyelesaikan masalah korupsi di RI perlu ada kerja instansi terkait, seperti KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian.
Ketiga lembaga itu kalau berkolaborasi akan sangat efektif mengatasi korupsi. Peran ketiga lembaga juga harus didukung pemimpin yang memiliki political will memberangus korupsi.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Bogor Siap Ubah Sampah Jadi Listrik, PSEL Raya 1 Mulai Dibangun September
-
Siti Hasmah Istri Mahathir Mohamad Tutup Usia 100 Tahun, Dimakamkan Secara Kenegaraan
-
MTV Video Music Awards 2026 Siap Digelar, Madonna dan Taylor Swift Bersaing Ketat
-
Sengketa RDN Masuk Tahap Mediasi, PT Paramitra Alfa Sekuritas dan Nasabah Menanti Niat Baik BCA.
-
Pembangunan Jalan Akses KEK Bitung Selesai! Distribusi Logistik Sulut Makin Lancar
-
Komnas Perempuan Minta Pemerintah Libatkan Perempuan dalam Penanganan Karhutla
-
Turki Beberkan Alasan Pipa Suriah Tak Bisa Saingi Selat Hormuz
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.