Fokus ke AI, Google PHK Massal Karyawan di Sejumlah Divisi
Kamis, 11 Jan 2024, 15:15 WIBSAN FRANCISCO - Google memberhentikan ratusan pekerja di sejumlah divisi pada Rabu (10/1). Keputusan tersebut sebagai upaya menurunkan pengeluaran karena perusahaan kini fokus pada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Google mem-PHK karyawan di divisi teknik inti, serta mereka yang bekerja di Asisten Google, asisten virtual yang dioperasikan dengan suara, dan di divisi perangkat keras yang membuat ponsel Pixel, jam tangan Fitbit, dan termostat Nest, kata tiga orang sumber yang mengetahui tentang pemangkasan itu.
Ratusan karyawan dari organisasi teknik inti perusahaan kehilangan akses perusahaan dan menerima pemberitahuan bahwa peran mereka dihilangkan, kata dua orang dari sumber.
"Kami harus mengambil keputusan sulit mengenai keberlangsungan pekerjaan beberapa karyawan Google dan dengan menyesal kami informasikan kepada Anda bahwa posisi Anda dihilangkan," kata perusahaan tersebut kepada beberapa pekerja di divisi tersebut, menurut teks yang ditinjau oleh The New York Times.
Pemberhentian Asisten Google sebelumnya dilaporkan oleh Semafor, dan pemberhentian perangkat keras sebelumnya dilaporkan oleh blog 9to5Google.
"Kami berinvestasi secara bertanggung jawab pada prioritas terbesar perusahaan kami dan peluang signifikan di masa depan," kata juru bicara Google dalam sebuah pernyataan.Setelah pemangkasan pada paruh kedua tahun 2023, "beberapa tim terus melakukan perubahan organisasi seperti ini, yang mencakup beberapa penghapusan peran secara global".
Pemangkasan tersebut melanjutkan tren PHK di bidang teknologi, setelah perusahaan besar seperti Google, Meta, dan Amazon melakukan PHK ribuan pekerja pada 2023.
Memasuki hari ke-10 tahun 2024, semakin banyak perusahaan yang mengumumkan PHK massal. Sebelumnya pada 10 Januari, Amazon memecat ratusan pekerja dari layanan streaming Twitch, Prime Video, dan studio MGM.
Xerox mengatakan pada Januari ini akan memangkas 15 persen dari 23.000 stafnya. Penyedia perangkat lunak video game Unity Software mengatakan akan menghilangkan 1.800 pekerjaan atau 25 persen tenaga kerjanya.
Di Google, CEO Google Sundar Pichai, sejak Juli 2022 telah mendorong perusahaan untuk mempertajam fokusnya dan mengurangi pengeluaran seiring memburuknya kondisi ekonomi global. Pada Januari 2023, Google memecat 6 persen tenaga kerjanya, atau 12.000 orang, PHK terbesar yang pernah dilakukan perusahaan.
Sejak itu, para eksekutif di perusahaan tersebut mengatakan akan mengurangi biaya secara signifikan, karena perusahaan berfokus pada bidang kecerdasan buatan generatif yang sedang berkembang.
Google, yang memiliki 182.000 karyawan pada 30 September 2023, mengatakan, PHK pada 10 Januari adalah bagian dari serangkaian reorganisasi yang dilakukan dalam aktivitas bisnis normal.
Serikat Pekerja Alphabet, sebuah kelompok yang mewakili lebih dari 1.400 pekerja di perusahaan induk Google, Alphabet, menggambarkan PHK tersebut "tidak perlu".
"Anggota dan rekan tim kami bekerja keras setiap hari untuk menciptakan produk hebat bagi pengguna kami, dan perusahaan tidak dapat terus memecat rekan kerja kami sambil menghasilkan miliaran setiap kuartal," kata grup tersebut dalam sebuah postingan di situs media sosial X (Twitter).
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Catat Tanggalnya, Puncak Arus Mudik Lebaran Diprediksi 18 Maret 2026
-
Bank Indonesia Umumkan Penyesuaian Kegiatan Operasional Selama Libur Lebaran 2026
-
Hetifah Inisiasi Buka Bersama dan Diskusi Smart Journalism, Dorong Jurnalisme Berbasis Data dan AI
-
Soal OTT KPK, Yudi Purnomo Harahap: Kepala Daerah Berisiko Ditangkap Jika Integritas Rendah
-
Antisipasi PHK Massal PPPK, Legilastor Minta Pemerintah Longgarkan Kebijakan Alokasi Belanja Pegawai
-
Google Digugat Enam Stasiun Televisi Chile atas Praktik 'Anti-persaingan'
-
Google Kerja Sama AI dengan Pentagon, Ratusan Karyawan Menentang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.