- Home
-
- Luar Negeri
-
- Soal Konflik di Laut Tiong...
Soal Konflik di Laut Tiongkok Selatan, Solusi 3 Capres Dinilai Kurang Mendalam
Senin, 08 Jan 2024, 08:59 WIBJAKARTA - Pengamat hubungan internasional Teuku Rezasyah mengatakan solusi yang ditawarkan oleh ketiga calon presiden dalam mengatasi konflik di Laut Tiongkok Selatan pada debat ketiga di Jakarta, Minggu (7/1), kurang mendalam dan tidak komprehensif.
Dalam debat ketiga dengan tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik, dan politik luar negeri itu, solusi yang ditawarkan Ganjar Pranowo untuk mengatasi konflik Laut Tiongkok Selatan adalah mendorong kesepakatan sementara, menekankan posisi Indonesia, dan mengoptimalkan peran aparat untuk berpatroli.
Anies Baswedan memandang konflik Laut Tiongkok Selatan seharusnya dapat diselesaikan melalui kepemimpinan Indonesia dalam ASEAN.
Sementara Prabowo Subianto menekankan perlunya memperkuat pertahanan Indonesia dan memanfaatkan sejumlah platform untuk berpatroli.
"Kesepakatan sementara (yang ditawarkan Ganjar) seperti apa? Apakah meningkatkan level kerja sama militer di dalam ASEAN atau untuk sementara waktu mengizinkan kerja sama baru dengan luar ASEAN? Ini kan harus jelas," kata Rezasyah di Jakarta, Senin (8/1).
Rezasyah yang juga dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran itu mengatakan solusi yang ditawarkan Anies juga tidak dijelaskan lebih lanjut bagaimana blok Asia Tenggara itu dapat memperkuat kerja sama pertahanannya.
ASEAN saat ini telah memiliki sejumlah forum pertahanan yang dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kerja sama tersebut.
Forum-forum itu, seperti Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM) dan pertemuan para kepala staf pertahanan negara-negara anggota ASEAN, telah membahas berbagai isu pertahanan, termasuk keamanan maritim.
"Kemudian, Pak Prabowo soal perkuatan TNI itu kan harus disetujui oleh parlemen ... harus ada analisis kebutuhan," kata Rezasyah.
Laut Tiongkok Selatan masih menjadi titik panas dan menjadi salah satu sumber ketegangan di kawasan Asia Tenggara. Konflik ini telah menyebabkan berbagai ketegangan diplomatik dan militer antara Tiongkok dan negara-negara tetangganya hingga melibatkan Amerika Serikat.
Sampai saat ini Tiongkok mengklaim hampir seluruh perairan di Laut Tiongkok Selatan. Negara-negara ASEAN yang juga memiliki klaim teritorial di perairan tersebut adalah Brunei Darussalam, Malaysia, Vietnam, dan Filipina.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkot Kembali Gelar Bulan Belanja Bandung 2026
-
Polri Selidiki Penyebab “Blackout” di Sumatera
-
Myanmar Merasa Dikucilkan oleh Asean
-
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
-
Kurangi Bahan Bakar Fosil, Asean Gandeng Kanada Genjot Energi Terbarukan
-
Kampanye Hentikan Perburuan Burung Paruh Bengkok di Kepulauan Aru
-
Kalbar Siapkan Temajuk Jadi Gerbang Wisata Perbatasan yang Mendunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.