Jaksa Agung Ungkap Tantangan Bangun Hukum Modern

Senin, 08 Jan 2024, 01:48 WIB

JAKARTA - Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengungkapkan kendala Korps Adhyaksa untuk menciptakan penegakan hukum yang modern dan humanis. Diakuinya hal itu tidaklah mudah karena harus berhadapan dengan tantangan internal dan eksternal.

"Ketika saya diberikan amanah menjadi Jaksa Agung, sedikitpun tidak menyangka kalau ini merupakan perjalanan sang waktu, yang saya pikirkan dan akan saya laksanakan sebagai seorang pimpinan adalah melakukan pembenahan internal (membangun soliditas dan integritas) sebagai penegak hukum," kata Burhanuddin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (7/1).

Ket. Foto: Arsip foto - Jaksa Agung ST Burhanuddin (kiri) berbincang dengan Menteri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) sebelum sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/12/2023). — Sumber: ANTARA/Hafidz Mubarak A

Burhanuddin mengatakan dirinya kemudian membuat aturan-aturan yang fleksibel dan perlu dibuat progresif dalam rangka penegakan hukum modern dan humanis, kemudian menggeliatkan bidang-bidang penindakan sehingga manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.

"Awalnya hanya sebuah mimpi, tapi suka tidak suka ini adalah pilihan yang harus dilakukan. Bulan demi bulan saya lihat progres-nya memang rintangan internal dan tekanan eksternal sangat kuat dalam membawa Kejaksaan yang seperti sekarang ini," ujarnya.

Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan sistem pengawasan yang cepat, tepat dan akurat dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan. Ketegasan Burhanuddin dalam membenahi Korps Adhyaksa membuatnya kerap disebut sebagai raja tega.

Jargon "Penegakan Hukum Humanis dan Modern" menjadi suatu renungan yang mendalam dari segenap insan kejaksaan bahwa hukum yang baik adalah hukum yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan, karena hukum yang tertinggi adalah kemanusiaan itu sendiri.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.