Aceh Gelap Gulita, Gangguan Suplai Lumpuhkan Listrik di Ujung Barat Indonesia
Jumat, 22 Mei 2026, 20:55 WIBBANDA ACEH â Pemadaman listrik total di Provinsi Aceh menunjukkan tingginya kerentanan sistem kelistrikan ketika terjadi gangguan pada jaringan utama maupun pasokan pembangkit.
Kondisi blackout semacam ini tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak langsung pada sektor ekonomi, layanan publik, komunikasi, hingga operasional industri dan usaha kecil.
Peristiwa tersebut memperlihatkan pentingnya penguatan keandalan infrastruktur transmisi, sistem cadangan daya, serta diversifikasi sumber energi agar gangguan tidak meluas dalam skala besar.
Di sisi lain, pemadaman total juga menjadi pengingat bahwa kebutuhan listrik yang terus meningkat harus diimbangi dengan investasi jaringan dan sistem mitigasi yang lebih adaptif terhadap risiko teknis maupun gangguan eksternal.
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyatakan aliran listrik di provinsi tersebut mengalami pemadaman total akibat gangguan pada sistem suplai listrik.
"Kami saat ini terus berkoordinasi dengan tim di lapangan untuk memastikan terkait penyebab dari gangguan suplai listrik di Aceh," kata Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN UID Aceh Lukman Hakim di Banda Aceh, Jumat (22/5) malam.
Ia menjelaskan untuk memastikan perbaikan dan penormalan terhadap gangguan suplai tersebut, PLN mengerahkan ratusan personel yang bekerja non-stop.
"Saat ini tim terus bekerja maksimal di lapangan guna menormalkan kembali aliran listrik," katanya.
Pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan kepada seluruh pelanggan setia di seluruh Aceh.
"Mohon doa dari seluruh masyarakat, tim terus berupaya melakukan penormalan dan kami pastikan listrik akan normal kembali," katanya.
Pihaknya juga bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan di Provinsi Aceh.
Pihaknya akan menyampaikan informasi terkini secara berkala kepada pelanggan melalui Aplikasi PLN Mobile.
Seperti diketahui, Indonesia beberapa kali mengalami kasus pemadaman listrik total atau blackout dalam skala besar yang berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi dan layanan publik.
Salah satu yang paling besar terjadi pada 2019 ketika sebagian wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten mengalami pemadaman massal akibat gangguan pada jaringan transmisi tegangan ekstra tinggi.
Gangguan tersebut melumpuhkan transportasi publik, komunikasi, hingga operasional industri selama beberapa jam.
Kasus lain juga terjadi di berbagai daerah akibat gangguan pembangkit, cuaca ekstrem, maupun kerusakan sistem transmisi.
Pemadaman total biasanya menunjukkan bahwa sistem kelistrikan masih memiliki ketergantungan tinggi pada jaringan utama sehingga ketika satu titik kritis terganggu, efeknya dapat menyebar luas.
Karena itu, penguatan infrastruktur transmisi, pembangunan sistem cadangan, diversifikasi sumber energi, dan digitalisasi pengawasan jaringan menjadi faktor penting untuk meningkatkan ketahanan kelistrikan nasional.
Pemulihan sistem kelistrikan secara menyeluruh menjadi langkah penting agar aktivitas masyarakat dan perekonomian dapat kembali berjalan normal.
Kejadian ini juga menjadi evaluasi bagi penguatan keandalan pasokan listrik nasional, terutama dalam membangun sistem yang lebih tangguh terhadap gangguan besar sehingga risiko pemadaman massal dapat diminimalkan di masa mendatang.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Realisasi Anggaran MBG di Lampung hingga Agustus Mencapai Rp780,34 Miliar
-
Partai Nasionalis Bangladesh Klaim Menang Besar dalam Pemilu, AS dan India Ucapkan Selamat
-
Sumatera Gelap Gulita! PLN Ungkap Penyebab Listrik Padam Massal.
-
Muhammadiyah Kabupaten Bekasi Siapkan 12 Titik Shalat Idul Fitri
-
Kemendagri Puji Sikap Aceh Sambut Relawan dan Petugas
-
BI: Kredit Perbankan Tumbuh 9,37 Persen pada Februari 2026
-
Jasa Pengiriman paket jelang Lebaran meningkat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.