Berpotensi Melemah Lanjutan
Senin, 08 Jan 2024, 11:01 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan pelemahannya, awal pekan ini. Sentimen eksternal, terutama dari Amerika Serikat (AS), diperkirakan masih dominan.
Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana melihat rupiah bakal kesulitan terapresiasi, mengingat indeks dollar AS masih tinggi. Fikri memprediksi kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (8/1), bergerak melemah di kisaran 15.500-15.600 rupiahbper dollar AS.
Sebelumnya, kurs rupiah terhadap dollar AS dalam transaksi antarbank, Jumat (5/1), melemah 25 poin atau 0,16 persen dari akhir pekan lalu menjadi 15.516 rupiah per dollar AS
Rupiah di akhir pekan pertama 2024 ditutup tuurun menjadi 15.516 rupiah per dollar AS, disebabkan oleh faktor ketidakpastian penurunan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) atau Federal Funds Rate (FFR).
"Hasil FOMC minutes Desember 2023 menunjukkan bahwa belum ada indikasi waktu yang pasti terkait penurunan suku bunga yang akan terjadi ke depan," kata analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri di Jakarta, akhir pekan lalu.
Reny menuturkan secara implisit Bank Sentral AS atau The Fed hanya mengatakan bahwa ada kemungkinan suku bunga acuan akan diturunkan menjelang 2024.
Menurut proyeksi Fed Funds Futures, penurunan suku bunga FFR kemungkinan paling cepat akan terjadi pada Mei 2024.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Penghulu hingga Tokoh Agama Bisa Jadi Agen Perlinsos Bantu Warga Daftar Bansos
-
Pelemahan Nilai tukar rupiah
-
Rupiah Tertekan Potensi Kenaikan Suku Bunga AS - 20 Oktober 2026
-
Rupiah Dibayangi Gejolak MSCI - 19 Oktober 2026
-
Kemarau Ekstrem, Pemkot Jambi Distribusikan 1,9 Juta Liter Air Bersih untuk Warga
-
Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
-
Rupiah Terancam Melemah - 06 Oktober 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.