Perkuat Kolaborasi, Indonesia Hargai Bantuan Kamboja Tangani Isu Perdagangan Orang
Sabtu, 23 Des 2023, 00:36 WIBJakarta - Perkuat kolaborasi, Dubes RI di Phnom Penh Santo Darmosumarto menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas bantuan Pemerintah Kamboja dalam penanganan kasus-kasus yang menimpa pekerja migran Indonesia yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
"Kami sadari perdagangan orang adalah isu kejahatan lintas batas yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja," kata Dubes Santo, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam pertemuannya dengan Wakil Ketua National Committee for Counter Trafficking (NCCT) Y.M. Chou Bun Eng, yang bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri Kamboja, pada Kamis (21/12).
Setelah mendengarkan pemaparan strategi NCCT untuk periode 2024-2028 dalam memberantas TPPO di Kamboja, Dubes Santo juga menawarkan potensi kerja sama konkret antara para pihak di kedua negara dalam meningkatkan upaya pemberantasan kejahatan lintas batas tersebut.
"Semoga terjalin komunikasi dan kerja sama yang lebih intensif antar badan terkait dari kedua negara seperti kementerian luar negeri, kepolisian, dan imigrasi," kata Dubes Santo.
Langkah tersebut juga disetujui Chou Bun Eng, yang menyatakan pentingnya upaya pencegahan dari negara pengirim dan menjerat sindikat pelaku kejahatan perdagangan orang dengan hukum.
Disebutkan bahwa saat ini telah terdapat memorandum kesepakatan antara kepolisian dan kementerian dalam negeri Kamboja untuk kerja sama penanganan kejahatan lintas batas antara Indonesia dan Kamboja yang ditandatangani pada Agustus 2023 lalu di Labuan Bajo, Indonesia.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kejari Jakarta Barat Ringkus Terpidana Mafia Tanah yang Buron Sembilan Tahun
-
250 Wisman Masuk ke Tanjungpinang Lewat Jalur Laut di Hari Pertama 2026
-
Kearifan Lokal: Tradisi Menyambut Bulan Purnama di Banyuwangi
-
Thailand Umumkan Korban Pertama dalam Bentrokan dengan Kamboja
-
Popi Ayer: Tanpa Perlindungan, Nelayan Kecil Papua Terancam Kapal Besar
-
Tailan Siap untuk Mediasi PBB Terkait Sengketa Maritim dengan Kamboja
-
Banyak Kecelakaan di Laut, Hati-hati Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Nias
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.