Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Kolaborasi, Repatriasi Tiga Orang Utan Sumatera dari Thailand Tiba di Jambi

📅 Jumat, 22 Des 2023, 15:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kolaborasi, Repatriasi Tiga Orang Utan Sumatera dari Thailand Tiba di Jambi Doc: ANTARA/Nanang Mairiadi
Ket. Petugas BKSDA Jambi saat hendak membawa orang utan dari kargo bandara Sultan Thaha Saifuddin ke tempat karantina sementara sebelum di lepas liarkan ke habitatnya.

Jambi - Repatriasi atau dipulangkan kembali tiga individu orang utan Sumatera (Pongo abelii) hasil kerja sama Pemerintah Indonesia-Thailand dalam memerangi perdagangan satwa ilegal, tiba di Jambi dalam kondisi sehat, pada Jumat.

Kepala BKSDAJambi Donal Hutasoit, Jambi, Jumat, mengatakan tiga orang utanitu yang diterbangkan dari Thailand pada Kamis (21/12) dan selanjutnya setelah tiba di Jambi segera dirawat di balai karantina sementara.

Ketiga orang utan itu terdiri Nobitaberusia 7 tahun dengan jenis kelamin jantan dan Shisuka berusia 7 tahun dengan jenis kelamin betina), serta Briantusia 4 tahun berjenis kelamin jantan.

Ketiga orang utan tersebut merupakan hasil penegakan tindak pidana penyelundupan oleh Polisi Penanggulangan Kejahatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Natural Resources and Environmental Crimes Division) Thailand di Bangkok pada 2016.

Proses repatriasi ini bertepatan dengan peringatan 73 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Thailand.

Ketiga orang utanditerbangkan menggunakan pesawat GA 867 dari Bangkok menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dan sampai di Indonesia Kamis (21/12) sekitar pukul 19.00 WIB setelah sebelumnya sempat dirawat di Kho Pratubchang Wildlife Rescue Center (KPRC) di Provinsi Ratchaburi, Thailand.

Setelah tiba ke Indonesia, orang utan diinapkan di fasilitas transit Garuda Indonesia dengan penjagaan dokter hewan. Kemudian pada Jumat, 22 Desember 2023 ketiganya diberangkatkan ke Jambi gunakan pesawat GA 126 pukul 09.20 WIB.

Selanjutnya tiba di Jambi kemudian mereka dirawat sementara di tempat tindakan karantina Frankfurt Zoological Society (FZS) melalui pengawasan Balai KSDA Jambi. Ketiganya akan menjalani rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Orang utan Sumatera (PROS) Sungai Pengian Jambi sebelum kelak dilepasliarkan ke habitat alaminya.

"Repatriasi orang utan ini merupakan repatriasi dari Thailand yang kelima kalinya dengan total 71 individu orang utan yang dipulangkan sejak tahun 2006," kata Donal Hutasoit.

Ketiga orang utanitu berstatus sebagai barang bukti di Thailand. Sedangkan khusus di Jambi repatriasi dari Thailand ini jadi yang kedua setelah pada 2020 dua individu orang utan bernama Ung Aing dan Natalee yang saat ini telah dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) Jambi.

Di TNBT, KLHK bersama Frankfurt Zoological Society (FZS) sejak 2003 sampai 2023 telah melepasliarkan 204 orang utan dengan rincian 98 betina dan 106 jantan serta, terpantau 21 individu telah lahir di TNBT.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.