Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ganjar Pranowo Sebut Kirab Budaya Nitilaku UGM Wujud Nilai-nilai Kerakyatan

📅 Minggu, 17 Des 2023, 13:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ganjar Pranowo Sebut Kirab Budaya Nitilaku UGM Wujud Nilai-nilai Kerakyatan Doc: antarafoto
Ket. Ganjar Pranowo saat kirab budaya di UGM

YOGYAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo menilai Kirab Budaya Nitilaku di Universitas Gadjah Mada (UGM), Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan wujud nilai-nilai kerakyatan untuk mengembangkan potensi yang ada di Kampus Biru maupun di masyarakat.

Ganjar yang merupakan lulusan Fakultas Hukum UGM itu juga mengatakan bahwa acara dalam rangka menyambut Dies Natalis UGM ke-74 itu merupakan wujud spirit atau semangat kerakyatan.

"Nitilaku itu bergabungnya antara kampus, keraton dan kampung. Inilah spirit kerakyatan dari UGM yang selalu bersama dengan masyarakat mengembangkan seluruh potensi," kata Ganjar dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu (17/12).

Menurut Ganjar, acara yang diselenggarakan Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) selalu menyenangkan, meskipun dirinya sedang cuti sebagai Ketua Umum Kagama.

"Tentu ini seluruh Indonesia pengda-pengda (pengurus daerah) berkumpul dan banyak selalu ide-ide yang muncul. Cuma karena saya memang posisinya sebagai ketua umum sedang cuti, jadi urusan formalnya ditangani teman-teman. Saya ikut mangayubagyo (menyambut bahagia) yang Nitilaku, selalu menyenangkan," kata Ganjar di UGM, Minggu.

Pada kesempatan itu, Ganjar mengenakan pakaian adat Dayak. Mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut menjadi pusat perhatian para peserta Nitilaku yang ingin mengabadikan momen dengan dirinya.

Adapun kegiatan Nitilaku tahun ini bertema "Kenduri Kebangsaan Merajut Tenun Ke-Indonesiaan", sebagai upaya untuk menjaga hubungan dengan Sang Pemilik Alam Semesta, memohon keselamatan, dijauhkan dari bencana dan segala keburukan yang bakal menimpa karena kealpaan manusia, sekaligus sebagai ruang kesadaran bersama untuk terus menjaga silaturahmi antara anak bangsa.

Sejak 2012, Nitilaku dipahami sebagai kegiatan kultural historis dalam bentuk pawai sebagai simbol sejarah berdirinya UGM. Para peserta Nitilaku mengenakan pakaian adat Nusantara dari Sabang sampai Merauke.

Sebaiknya Anda baca juga:

Nitilaku tahun ini dilakukan dengan kirab budaya oleh para peserta yang mengitari UGM. Titik awal kirab dimulai dari Bundaran UGM hingga berakhir di Balairung UGM.

Nitilaku kini bertransformasi menjadi peristiwa budaya yang terus mensinergikan potensi UGM, dengan masyarakat, komunitas, swasta dan pemerintah, dan menonjolkan unsur-unsur sejarah perjuangan dan kebangsaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.