Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tanggapi Hasil COP28, PBB Sebut Penghentian Energi Fosil Tak Terhindarkan

📅 Kamis, 14 Des 2023, 03:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tanggapi Hasil COP28, PBB Sebut Penghentian Energi Fosil Tak Terhindarkan Doc: ANTARA/HO-COP28/Christopher Pike
Ket. Presiden COP28 Sultan Al Jaber (tengah), ketua iklim PBB Simon Stiell (keempat dari kiri) dan peserta lainnya pada Pleno Penutupan Konferensi Perubahan Iklim PBB, COP28, di Expo City di Dubai, Uni Emirat Arab (13/12/2023).

Jakarta - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan penghentian penggunaan bahan bakar fosil tak dapat dihindari dan era bahan bakar fosil harus diakhiri dengan keadilan dan kesetaraan.

Pernyataan itu disampaikan Guterres menanggapi pengesahan dokumen hasil konferensi perubahan iklim COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab, Rabu.

"Bagi mereka yang menentang rekomendasi jelas mengenai pengakhiran pemakaian bahan bakar fosil dalam teks COP28, saya ingin katakan bahwa penghentian penggunaan bahan bakar fosil tidak dapat dihindari, suka atau tidak. Mudah-mudahan upaya ini tidak terlambat," kata Guterres dalam laman PBB.

Guterres mengatakan bahwa secara ilmiah sudah jelas bahwa upaya membatasi pemanasan global agar tidak melebihi 1,5 derajat Celcius "tidak akan mungkin terjadi tanpa penghapusan semua bahan bakar fosil secara bertahap".

Ia juga menekankan pentingnya memberikan keadilan pendanaan iklim kepada mereka yang paling terdampak oleh perubahan iklim.

"Banyak negara rentan terlilit utang dan berisiko tenggelam akibat permukaan air laut yang naik. Sudah waktunya meningkatkan pendanaan, termasuk (pendanaan) untuk adaptasi, kerugian, dan kerusakan serta reformasi arsitektur keuangan internasional," kata dia.

COP28 Dubai, yang berlangsung sejak 30 November 2023, berakhir dengan seruan berpaling dari bahan bakar fosil.

COP28 yang seharusnya berakhir Selasa, ditunda karena negosiasi yang alot mengenai apakah hasil konferensi itu akan menyerukan kata "mengurangi" atau "menyudahi penggunaan" bahan bakar fosil, seperti minyak, gas, dan batu bara.

Kepala Strategi Politik Global Climate Action Network International, Harjeet Singh, menyambut baik dokumen final COP28 yang menyoroti bahan bakar fosil sebagai penyebab utama krisis iklim. Dia mengatakan arahan beralih dari batu bara, minyak, dan gas adalah langkah penting yang lama tertunda.

"Namun, resolusi ini masih memberi celah yang memberikan banyak jalan keluar bagi industri bahan bakar fosil, dengan mengandalkan teknologi yang belum terbukti dan tidak aman," kata Singh kepada UN News.

Singh juga mengkritik apa yang dianggapnya sebagai "kemunafikan negara-negara kaya … karena mereka terus memperluas penggunaan bahan bakar fosil secara besar-besaran dan sekadar basa-basi terhadap transisi ramah lingkungan."

Negara-negara berkembang yang masih menggunakan bahan bakar fosil tidak memiliki jaminan bahwa mereka bakal mendapatkan dukungan keuangan yang cukup untuk beralih ke energi terbarukan, tambah Singh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.