BNPT Ingatkan Harus Ada Upaya Preventif Aksi Teror Jelang Natal dan Tahun Baru

Kamis, 14 Des 2023, 06:12 WIB

Jakarta - Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)Irfan Idris mengatakan harus ada tindakan yang ditempuh sebagai upaya preventif dan deteksi dini aksi teror yang mungkin mengganggu perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

"Langkah yang harus dilakukan, tentu kita membangun komunikasi interaktif dan produktifdengan seluruhstakeholderterkait. Kita juga saling menjaga serta mewaspadai adanya letupan aksi atau sel teror yang tidur dan cenderung memanfaatkan konflik yang terjadi di negara lain," jelas Irfan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Perayaan Natal dan tahun baru adalah ajang sukacita bagi masyarakat Indonesia. Namun, dari tahun ke tahun selalu saja ada yang mewarnai momentum pergantian tahun dengan propaganda negatif.

Untuk itu, kata Irfan, masyarakat perlu memiliki kewaspadaan dini supaya kebersamaan anak bangsa tidak terusik oleh siapa pun, kapan pun dan dimana pun.

Menurut ia, dunia perlu belajar dari berbagai tragedi kemanusiaan di wilayah Timur Tengah, khususnya antara Palestina dan Israel, juga aksi-aksi teror yang dilakukan kelompok teroris.

Oleh karena itu, kebersamaan yang telah terjalin di Indonesia melalui dialog antarkelompok masyarakat dan proses mitigasi lainnya perlu dipelihara dengan baik.

Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, tambahIrfan, konstruksi berpikir dan pola komunikasi pada tatanan akar rumputselayaknya dapat mengangkat topik bahasan yang mampu merekatkan kebersamaan satu sama lain.

"Perlu juga meningkatkan penerapan inklusivitas, baik di sektor formal seperti kementerian dan lembaga hingga di lingkar pergaulan anak muda yang notabene akan menjadi penentu masa depan bangsa," imbuhnya.

Selain itu, penguatan empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945 menjadi hal yang vital dalam memupuk wawasan kebangsaan serta rasa cinta tanah air anak bangsa.

"Kurangnya narasi penguatan terhadap empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara menjadi hal yang menguras perhatian masyarakat untuk kemudian mengonsumsi konten radikalisme dan terorisme. Sah-sah saja kalau mereka yang mempelajarinya memilikistanding pointdan kontrol diri yang baik. Namun, bila tidak, tentu akan menyimpan konsekuensi negatif dengan mudahnya mereka setiap saat berselancar di dunia maya,"terangnya.

"Akhirnya dia tertarik dan bersimpati," tambahnya.

Maka dari itu, narasi-narasi yang beredar dari kelompok intoleran dan radikal harus kita luruskan dengan berbagai model pertemuan dan diskusi, baik luringmaupun daring. "Kesemuanya dilakukan dengan harapan akan timbul kewaspadaan di antara masyarakat untuk saling mengingatkan," lanjutIrfan.

Irfan juga menyoroti kejahatan terorisme yang bisa menimbulkan ketidakpercayaan antarsatu golongan masyarakat dengan lainnya.

Terorisme adalah kejahatan lintas negara yang harus dikenali secara komprehensif karena tidak bisa melihat secara parsial pada tiap kasus yang ada. Seperti halnya kasus bom gereja yang terjadi di Marawi, Filipina," jelasnya.

Menurutnya, hal semacam ini perlu diwaspadai karena berpotensi memunculkan kejadian serupa di wilayah lainsebab sifat jaringan terorisme yangborderlessatau tidak kenal batas.

"Jangan sampai ada yang memanfaatkan momentum perayaan hari besar untuk membangun semangat melakukan aksi terorkarena hal semacam ini sudah banyak terjadi. Masih hangat dalam ingatan kita, di Gereja Katedral Makassar pernah mengalami serangan teror ketika umat Katolik sedang beribadah,"ujarnya.

Oleh karena itu, seluruh komponen bangsa harus sama-sama mendampingi generasi muda agar jangan sampai terjadi aksi teror yang disebabkanself-radicalizationlewat media sosial.

"Pelaku teror yang awalnya terpapar kemudian beraksi sendiri (lone wolf)dan memang generasi muda serta perempuan menjadi sasaran utama dari radikalisasi jaringan teror," imbuh Irfan.

Ia melanjutkan bahwa pola kaderisasi jaringan teror biasanya memiliki racikan tersendiri yang dilakukan sangat kencang di bawah permukaan. Ada tiga hal yang umumnya mereka lakukan, yaitu pelatihan paramiliter, perekrutan anggota baru dan pendanaan aksi teror.

"Harus diakui bahwa generasi muda hampir tidak mungkin untuk menghindar dari arus globalisasi yang semakin deras. Walaupun demikian, mereka harus mampu mengikuti kencangnya arus informasi, mempelajarinya dan memahaminya, namun tanpa terbawa olehnya,"pungkas Irfan.

Ket. Foto: Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) Irfan Idris. — Sumber: ANTARA/HO-BNPT RI

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.