• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Laguna di Balik Batu Karan...

Laguna di Balik Batu Karang Berlubang

Sabtu, 09 Des 2023, 06:25 WIB

Sepanjang pantai Pulau Enggano memiliki karakter yang berbeda-beda. Pantai di sisi selatan, dan juga timur dan barat terutama yang berada dalam teluk, memiliki gelombang yang relatif tenang. Hal ini cocok untuk beberapa kegiatan wisata seperti snorkeling dan selam (diving). Sedangkan beberapa titik yang menghadap langsung Samudra Indonesia cocok untuk kegiatan selancar (surfing).

Kegiatan snorkeling atau diving untuk wisata biasanya dilakukan di berada tidak jauh dari Pelabuhan Kahyapu. Di Pulau Dua dan Kahyapu di seberang pelabuhan ke arah timur, juga menjadi lokasi yang cocok untuk kegiatan tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Tempat ini menawarkan beberapa terumbu karang meski variasi koralnya kurang beragam. Pasalnya kawasan ini menjadi jalur lalu lalang perahu nelayan untuk mencari ikan di sekitar Pulau Dua, sehingga biota lautnya kurang terjaga dengan baik. Namun untuk melihat ikan badut (clownfish), di pulau ini sudah bisa dilakukan dengan mudah, tidak perlu berenang jauh dari pulau.

Di sebelah tenggara pelabuhan itu terdapat Pulau Merbau. Di sekitar pulau ini air laut berwarna hijau toska yang bisanya menjadi penanda adanya terumbu karang yang menjadi habitat bagi koral, dan biota laut lainnya. Lokasi ini cocok untuk kegiatan snorkeling karena kaya keragaman koral dan biota laut seperti ikan.

Di sini dengan mudah menemukan ikan badut di antara koral-koral. Ikan ini pun merupakan ikan idola yang biasa menjadi incaran untuk dilihat wisatawan ketika melakukan snorkeling.

Tempat indah selanjutnya di Pulau Enggano adalah Teluk Podipo, yang berada di sebelah timur pulau. Lokasinya sedikit menjorok ke laut. Teluk ini berupa pantai berpasir putih yang bersih serta air laut yang bening berwarna biru kehijauan.

Di Teluk Podipo wisatawan seakan memiliki kolam renang alami. Berbeda dengan beberapa pantai di Pulau Enggano di sini arusnya cukup tenang sehingga sangat ideal sebagai tempat bermain air dan berenang. Di sini berbagai ikan karang dapat dijumpai dengan mudah.

Untuk lokasi surfing di Pulau Enggano terkendala oleh ombak yang tidak konstan. Ombak yang tidak tetap sepanjang waktu ini akibat pengaruh kontur dasar dan arah pergerakan air laut. Namun jika kedatangan wisatawan pada waktu yang tepat maka mereka akan mendapatkan ombak yang diinginkan.

Kegiatan lainnya selama di Pulau Enggano yaitu memancing (fishing). Terumbu karang yang terhampar luas di sekeliling pulau menjadi habitat bagi biota laut. Jauh dari eksploitasi yang berlebihan menjadikan wilayah ini kaya akan ikan. Jenis yang bisa dipancing adalah giant trevally (GT), kerapu, tenggiri, sawara (Spanish mackerel), marlin, dan ikan masih banyak lagi.

Berbeda dengan pengertian memancing dalam industri perikanan, memancing dalam industri pariwisata dikategorikan sebagai wisata olahraga (sport tourism). Oleh karenanya sebagian dari hasil tangkapan akan kembali dilepas ke lautan agar spesies ikan tersebut tetap lestari.

Di ujung timur Pulau Enggano tepatnya di Pantai Komang ada daya tarik unggulan yang menjadi tempat wajib untuk dikunjungi selama di pulau ini. Batu Lobang demikian namanya berupa batu karang yang berlubang yang terbentuk secara alami oleh ombak yang datang.

Air yang masuk lubang dari arah laut membentuk laguna dengan air jernih di balik Batu Lobang. Aktivitas yang bisa dilakukan di tempat ini adalah berenang dan mengapung dengan pelampung, sambil berfoto.

Akses untuk ke Batu Lobang terbilang cukup sulit karena tidak ada jalan darat menuju ke sini. Wisatawan harus menaiki perahu untuk dapat sampai ke lokasi. Namun usaha ini yang sulit tidak akan sia-sia karena keindahan pantai, tebing alami, batu berlubang dan laguna yang ada.

Satu lagi yang tidak boleh terlewatkan saat di Enggano adalah Bak Blau. Tempat ini berupa danau alami dengan warna air berwarna biru. Berada di sisi utara pulau merupakan sumber mata air biru. Air yang tidak tertampung di danau ini mengalir ke aliran sungai pendek yang bermuara di laut.

Nama Bak Blau dalam bahasa Enggano artinya mata biru, menggambarkan warna kolam ini yang berwarna biru kehijauan jika dilihat dari jauh. Destinasi wisata ini telah cukup dikembangkan dari segi fasilitas, tetapi tidak menghilangkan pesona keindahan alaminya. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.