Jepang Akan Tetap Menjadi Penyumbang Terbesar Kedua IMF
Senin, 04 Des 2023, 17:26 WIBTOKYO - Dana Moneter Internasional (IMF) akan menyetujui rencana untuk meningkatkan sumber pinjamannya. Kesepakatan ini menyerukan peningkatan kuota masing-masing anggota sambil mempertahankan proporsi pemegang saham, yang berarti Jepang akan tetap menjadi penyumbang nomor dua.
Dewan eksekutif IMF pada November mendukung proposal untuk meningkatkan kuota anggota sebesar 50 persen. Hal ini akan memungkinkan IMF untuk memperluas bantuan pinjaman ke negara-negara yang terlilit utang.
Sebanyak 190 anggota IMF diperkirakan akan melakukan pemungutan suara terkait proposal tersebut pada 15 Desember. Proposal itu akan disetujui secara resmi jika mendapatkan 85 persen atau lebih dari total hak suara.
IMF tidak akan mengubah rasio kepemilikan saham anggotanya yang terkait dengan proporsi hak suara. Saat ini, Amerika Serikat merupakan penyumbang terbesar, dengan kontribusi lebih dari 17,4 persen. Jepang berada di urutan kedua dengan 6,47 persen, disusul Tiongkok dengan 6,4 persen.
Tiongkok telah menyerukan perubahan proporsi pemegang saham. Namun, AS dan Jepang berusaha mempertahankan status quo dengan mengatakan bahwa perlu waktu untuk mencapai kesepakatan.
"Keputusan menentang perubahan tersebut mencerminkan kewaspadaan terhadap pengaruh Tiongkok yang makin besar," kata para pengamat seperti dilansir dari kantor berita NHK, Senin (4/12).
IMF masih berencana mempertimbangkan kemungkinan penyesuaian kembali proporsi kepemilikan saham. IMF mengatakan akan membahas masalah ini dan menjabarkan sejumlah opsi pada pertengahan tahun 2025. NHK/I-1
Berita Terkait:
-
1.000 Personel akan Dikerahkan untuk Menjaga Pasokan Selama Ramadhan di Babel
-
Penyebaran Virus Nipah: Thailand Lakukan Skrining Ketat Semua Penerbangan dari India
-
Pertamina Pastikan Distribusi BBM untuk Arus Balik Lebaran di Sumut Aman
-
Korban Banjir Jakarta Cukup Bawa Badan! Gubernur Pramono Gratiskan Seluruh Biaya Rumah Sakit
-
IMF akan Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Global Akibat Perang Timur Tengah
-
Kawasan Industri Baru Menanti: BKPM Ajak Pengusaha Ambil Peran
-
Kemenekraf Cegah Kebocoran Ekonomi Sektor Perfilman Akibat Pembajakan, Bagaimana Solusinya?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.