Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini yang Dilakukan Dinkes Kudus untuk Melacak Penderita TBC

📅 Jumat, 01 Des 2023, 00:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini yang Dilakukan Dinkes Kudus untuk Melacak Penderita TBC Doc: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Ket. Kepala Dinkes Kudus Andini Aridewi saat pemaparan kasus TBC di Hotel Griptha Kudus, Kamis (30/11/2023).

Kudus - Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, gencar melakukan pelacakan terhadap penderita tuberkulosis (TBC) melalui investigasi kontak, sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran TBC secara optimal.

"Selain investigasi kontak, kami juga melakukan terapi pencegahan tuberkulosis atau TPT bagi pasien positif," kata Kepala Dinkes Kudus Andini Aridewi di Kudus, Kamis.

Dalam melakukan investigasi kontak, kata dia, Dinkes Kudus juga menggandeng Mentari Sehat Indonesia (MSI) dan Koalisi Organisasi Profesi Indonesia (KOPI) TBC, karena jumlah personel yang dimiliki terbatas.

Ia mengungkapkan kerja sama tersebut tidak hanya untuk investigasi kontak, tetapi juga pemantauan konsumsi obat serta pelaksanaan TPT dengan cara terjun langsung di masyarakat.

"Sebelumnya, kami bermitra dengan MSI hanya untuk edukasi terkait penemuan kasus TBC, sekarang sekaligus untuk edukasi TPT sebagai upaya menekan jumlah kasus TBC agar lebih optimal," ujarnya.

Dinkes Kudus mencatat hingga akhir November 2023 capaian standar pelayanan minimal (SPM) untuk kasus TBC mencapai 11.694 suspek atau 95 persen dari target sebanyak 12.366 suspek.

Untuk temuan kasus positif TBC tercatat ada 2.422 orang, sedangkan sebanyak 2.353 orang di antaranya merupakan kasus TBC sensitif obat (SO) dan 69 lainnya kasus TBC resisten obat (RO). Sedangkan target penemuan kasus positif sebanyak 2.544 kasus.

"Dari temuan kasus yang ada, sebanyak 2.422 kasus sudah ternotifikasi kasus TBC dan sudah tertangani. Dengan demikian, kami sudah mencapai 95 persen dari target 2.544 kasus yang ditentukan oleh Kemenkes," ujarnya.

Sementara itu, Staf Program MSI Kabupaten Kudus Abdul Ghofur mengungkapkan dalam melakukan tugas di lapangan didukung 30 kader yang bergabung dengan MSI Kudus.

Para kader tersebut, kata dia, bertugas membantu Dinkes Kudus dan tenaga kesehatan dalam ikhtiar eliminasi TBC.

"Kader tersebut akan melakukan kunjungan ke rumah pasien TBC untuk melakukan skrining dan edukasi mengenai penanggulangan TBC. Kami juga mengedukasi agar kontak serumah berkenan diberikan TPT, karena sangat mendesak untuk mengurangi maraknya kasus baru," ujarnya.

Ia meminta masyarakat bisa menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap pasien TBC, karena yang perlu dijauhi penyakitnya bukan orangnya karena TBC bisa disembuhkan dan obat TBC itu gratis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.