FFI Gandeng Re>Pal Produksi Palet Daur Ulang dari Sampai Bernilai Rendah
Selasa, 28 Nov 2023, 20:48 WIBJAKARTA - Saat ini seluruh dunia tengah menghadapi krisis lingkungan yang serius, tidak terkecuali Indonesia. Sepanjang 2022, Indonesia memproduksi sekitar 36 juta ton sampah, dimana 18,1 persen berasal dari limbah plastik (kedua terbesar setelah limbah makanan) menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Sementara itu hampir 36 persen atau sekitar 13 juta ton sampah belum terkelola. Padahal sampah tersebut memiliki potensi untuk proses penggunaan ulang dan daur ulang, termasuk sebagai bahan dalam industri atau aktivitas ekonomi lainnya.
Untuk mengolah sampah menjadi produk yang berguna, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) melakukan kemitraan transformasional dengan Re>Pal sebuah perusahaan pelopor solusi palet berkelanjutan. Kerjasama ino bertujuan untuk memajukan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan, mengurangi sampah plastik, dan mengurangi jejak karbon.
Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Presiden Direktur PT Frisian Flag Indonesia, Berend Van Wel, bersama Presiden Direktur PT Re>Pal Internasional Indonesia, Marcus Goldstein, dan disaksikan oleh Presiden FrieslandCampina Asia, Corine Tap, danCustomer Supply Chain Director, Gokhan Tuncer pada Kamis, 23 November 2023.
Presiden Direktur PT Frisian Flag Indonesia Berend Van Wel, mengungkapkan, kemitraan ini sejalan dengan misi utama FFI untuk mendukung Indonesia yang lebih hijau dan selaras. Dalam kerjasama ini FFI menginvestasikan 21 miliar rupiah untuk membiayai inisiatif penting bersama Re>Pal.
Rencananya sebanyak 50.000 palet daur ulang akan dihasilkan dari limbah yangbernilai rendah dan sulit didaur ulang. Sebanyak20 di antaranya berasal dari multilayer plastik dan sisanya berasal dari kemasan minuman karton yang diproduksi oleh FFI dan konsumennya. Nantinya palet ini akan digunakan di pabrik Cikarang, sebagai bagian dari penerapan komitmengreen manufacturing.
"Sejalan dengan inisiatif'Nourishing a Better Planet'dari induk perusahaan kami FrieslandCampinadan visi FFI'Nourishing Indonesia to Progress', FFI berdedikasi untuk memajukan Indonesia yang Sehat, Sejahtera, dan Selaras," katanya melalui siaran pers Selasa (28/11).
Ia menambahkan, kemitraan FFi dengan Re>Pal terkait pemanfaatan palet berkelanjutan yang diproduksi, merupakan langkah penting dalam upaya mengurangi dan pemanfaatan kembali sampah plastik, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Kedua perusahaan berupaya untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia dan generasi mendatang.
Inisiatif ini sejalan dengan tujuan pemerintah Indonesia. Selama ini KLHK mengajak pelaku industri untuk mengembangkanroadmappengurangan sampah, dengan tujuan mengurangi sampah hingga 30 persen pada 2029. Pendekatan proaktif FFI dan kerjasama dengan Re>Pal mencerminkan komitmennya dalam mendukung visi pemerintah dan menciptakan Indonesia yang lebih hijau.
Marcus Goldstein perwakilan dari PT Re>Pal Internasional Indonesia menyampaikan, pihaknya sangat bersemangat untuk memulai kemitraan ini dengan FFI dalam misi bersama untuk menanggulangi sampah plastik dan mempromosikan praktis bisnis keberlanjutan. Kemitraan ini menunjukkan kekuatan solusi inovatif dan kerjasama industri dalam upaya mengatasi tantangan lingkungan.
"Dengan menyediakan alternatif ramah lingkungan untuk palet konvensional merupakan bagian dalam membuat langkah perubahan," kata dia.
Kerjasama antara FFI dan Re>Pal diwujudkan melalui produksi dan penggunaan 50.00 palet berkelanjutan yang diproduksi Re>Pal, sebagai solusi inovatif yang ramah lingkungan. Produksi palet melalui proses yang efisien dengan memanfaatkan sejumlah besar sampah bernilai rendah yang sulit didaur ulang.
Contoh dari sampah bernilai rendah dan sulit didaur ulang adalah kemasan saset(multi-layer-plastic)dan kemasan karton (Used Beverage Cartons). Dengan mendaur ulang sampah tersebut diharapkan mengurangi timbulan sampah di tempat pembuangan akhir. Nantinya palet daur ulang ini akan digunakan di Pabrik FFI di Cikarang, sebagai wujud komitmen besar terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan.
Selain itu, palet ini memiliki jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan palet kayu dan palet plastik pada umumnya. Di samping itu menggunakan lebih sedikit energi dalam proses pembuatannya dibandingkan dengan jenis palet lain.
Palet buatan Re>Pal ini juga melampaui palet konvensional dalam semua indikator penilaian terkait ramah lingkungan baik ketika digunakan maupun mempertimbangkan daya tahannya. Hal ini dikarenakan masa pakai yang lebih lama, berat yang lebih ringan, serta emisi yang lebih rendah selama produksi.
Tidak hanya itu, FFI telah mengembangkan tata rencana yang komprehensif dalam pengelolaan sampah dan mencapai target bebas karbon pada 2050. Hal ini juga mencakup target keberlanjutan yang besar seperti bebas sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada 2023, pengurangan energi dan air lebih dari 15 persen pada 2025.
Selanjut FFI menargetkan menggunakan energi terbarukan sebesar 40 persen pada 2025, pengurangan emisi CO2 sebesar 40 persen pada 2025, dan mencapai Label D untuk keberlanjutan sebelum tahun 2025. Rencana lainnya adalah penggunaan kemasan daur ulang dan mengurangi sampah plastik dalam rantai produksinya.
"Inisiatif FFI menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan upaya untuk memberikan kontribusi positif dalam menanggulangi isu sampah plastik, sekaligus mengurangi jejak karbon di Indonesia," tutup Berend.
- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)
- Daur Ulang Sampah
- PT Frisian Flag Indonesia (FFI)
- Re>Pal
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Kampanye 16 Hari Tanpa Kekerasan Anak dan Perempuan
-
Industri daur ulang plastik di Batam
-
Kuliner Khas Sunda di Jalur Mudik Garut Laris, Restoran Cibiuk Diserbu Pengunjung
-
Slot Kritik Dominasi Bola Mati di Liga Inggris, Kurangi Keindahan Sepak Bola
-
Malam Penuh Cinta dan Nostalgia, Konser Babyface Guncang Jakarta Lewat Lagu-Lagu Legendaris
-
Bulog dan Pemprov Sulut Salurkan Beras dan Minyak Goreng kepada 139.966 Keluarga Penerima Bantuan Pangan
-
IndoBuildTech & GAFA 2025 Jadi Etalase Inovasi Industri Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.