- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kim Jong Un Tinjau Foto Sa...
Kim Jong Un Tinjau Foto Satelit Pangkalan Militer AS di Korea Selatan
Sabtu, 25 Nov 2023, 10:10 WIBSEOUL - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah meninjau gambar-gambar yang diambil oleh satelit mata-mata baru negaranya mengenai "wilayah sasaran utama" di Korea Selatan, termasuk ibu kota dan kota-kota yang menampung pangkalan militer AS, kata media pemerintah pada Sabtu (25/11).
Pyongyang berhasil menempatkan satelit mata-mata militer ke orbit awal pekan ini. Namun Korea Selatan mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan apakah satelit tersebut berfungsi seperti yang diklaim Korea Utara.
Para ahli mengatakan, menempatkan satelit mata-mata ke orbit akan meningkatkan kemampuan pengumpulan intelijen Korea Utara, khususnya di Korea Selatan, dan menyediakan data penting dalam setiap konflik militer.
Pyongyang sebelumnya mengklaim, beberapa jam setelah peluncuran pada hari Selasa, bahwa Kim telah memeriksa foto-foto pangkalan militer AS di Guam yang diambil oleh satelit "Malligyong-1".
Pada Jumat, Kim memeriksa gambar yang diambil saat satelit melewati semenanjung Korea, menurut Kantor Berita resmi Korea.
Gambar-gambar tersebut diambil dari pukul "10:15 hingga 10:27" pada Jumat pagi, dan termasuk gambar dari Seoul, serta Pyeongtaek, Osan, Mokpo dan Gunsan, tempat pangkalan militer Korea Selatan dan AS berada, kata KCNA.
Gambar-gambar itu juga mencakup beberapa wilayah di Korea Utara, kata mereka.
Di antara kota-kota Korea Selatan yang disebutkan, Pyeongtaek - sekitar 60 kilometer dari Seoul - menjadi lokasi Camp Humphreys, instalasi militer AS di luar negeri terbesar di dunia.
Pyeongtaek juga merupakan lokasi Pangkalan Udara Osan, yang menampung Komando Operasi Angkatan Udara Seoul serta pangkalan Angkatan Udara AS.
Peluncuran satelit Korea Utara telah mendorong kedua Korea untuk menunda perjanjian militer lima tahun yang dibuat untuk mengurangi ketegangan di semenanjung tersebut.
Secara terpisah, para diplomat utama Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat pada hari Jumat "mengecam keras peluncuran tersebut karena dampaknya yang mengganggu stabilitas di kawasan" setelah melakukan panggilan telepon bersama, kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.
Peluncuran tersebut "menggunakan teknologi rudal balistik yang melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB," katanya.
Agen mata-mata Seoul mengatakan, Pyongyang, setelah dua kali gagal menempatkan satelitnya di orbit pada awal tahun ini, menerima bantuan dari Moskow agar peluncurannya berhasil pada minggu ini.
Administrasi Teknologi Dirgantara Nasional Korea Utara akan melanjutkan "penyempurnaan tambahan" pada fungsi satelit mata-mata pada hari Sabtu, kata KCNA.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
KJRI Johor Bahru Pulangkan 87 WNI dan Pekerja Migran ke Indonesia via Batam
-
Harga Cabai Rawit Rp98.600/Kg, Telur Ayam Rp28.300/Kg
-
Makassar Buka Audisi Terbuka untuk MTQ 2026
-
Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut
-
Terpidana Mati Christa Pike Akhirnya Siuman Setelah Eksekusi Suntik Mati yang Gagal Akhiri Hidupnya
-
Sekjen PBB Serukan Deeskalasi di Yaman
-
Atasi Antrean Ketapang-Gilimanuk, Otoritas Pelabuhan dan Sopir Truk Sepakati Pengalihan Truk di Atas 30 Ton ke Dermaga LCM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.