Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bappenas Sebut Pembangunan Rendah Karbon Ciptakan 15,3 Juta Pekerjaan Baru

📅 Sabtu, 25 Nov 2023, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bappenas Sebut Pembangunan Rendah Karbon Ciptakan 15,3 Juta Pekerjaan Baru Doc: ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak
Ket. Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Maliki berbicara dalam Indonesia's Green Jobs Conference 2023 yang mengusung tema Institutionalizing Green Jobs di Jakarta, Jumat (24/11/2023).

Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyatakan bahwa pembangunan rendah karbon untuk mewujudkan ekonomi hijau dapat menciptakan 15,3 juta pekerjaan baru.

"Pembangunan rendah karbon ini sudah diprediksi dapat menciptakan kerja baru di dalam green jobs (pekerjaan hijau) sebesar 15,3 juta sampai tahun 2045. Ini merupakan kesempatan baik bagi kita," kata Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas Maliki dalam Indonesia's Green Jobs Conference 2023 di Jakarta, Jumat.

Oleh karenanya, potensi pekerjaan hijau yang begitu besar dan jumlah angkatan kerja yang cukup banyak di Indonesia harus mampu dioptimalkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau.

Namun, peluang peningkatan pekerjaan hijau tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, yakni sumber daya manusia (SDM) yang didominasi lulusan SMP ke bawah, ketidaksesuaian keahlian antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, dan informasi pasar tenaga kerja juga masih belum menjadi intelijen pasar kerja yang baik.

Selain itu, pasar kerja Indonesia belum mampu merespons perubahan cepat jenis lapangan kerja, kebutuhan keahlian, struktur pendidikan serta pola budaya kerja, serta industri yang belum menerapkan prinsip berkelanjutan menyebabkan penciptaan lapangan kerja hijau belum tumbuh pesat.

"Peningkatan kapasitas SDM Indonesia sudah selayaknya harus diikuti dengan semangat keberlanjutan di dalam menjaga lingkungan yang lestari," ujar Maliki.

Oleh karenanya, Bappenas berkomitmen memimpin dan terus mengawal perjalanan promosi pekerjaan hijau tersebut.

Bappenas didukung proyek kerja sama Indonesia dan Jerman, Innovation and Investment for Inclusive Sustainable Economic Development (ISED), mempromosikan pentingnya mencetak SDM berkualitas, produktif, dan berdaya saing dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Pengembangan pekerjaan hijau di Indonesia melalui proyek ISED diimplementasikan dengan kolaborasi lintas sektor, dengan menyusun definisi pekerjaan hijau dalam konteks lokal, dua Peta Okupasi, Peta Jalan Pengembangan SDM yang Mendukung Pekerjaan Hijau, serta kebijakan yang menjadi pedoman implementasi.

Pekerjaan hijau yang dimaksud beberapa di antaranya adalah inspektor bidang pertanian dan tanaman organik di bidang pertanian, green building specialist di bidang konstruksi, dan green productivity master specialist di bidang manufaktur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.