APBN Topang Transformasi Ekonomi
Jumat, 24 Nov 2023, 10:27 WIBJAKARTA - Pemerintah mengungkapkan desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun depan diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi. Selain itu, APBN 2024 digunakan sebagai instrumen untuk menjaga pertumbuhan dan stabilisasi ekonomi.
Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Wahyu Utomo, mengatakan ada enam pos anggaran prioritas dalam postur APBN 2024 yang diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi.
Dari enam anggaran prioritas tersebut, di antaranya yakni anggaran pendidikan yang sebesar 665,0 triliun rupiah, diarahkan untuk peningkatan akses dan kualitas pendidikan anak, sertifikasi dan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kemudian, anggaran pendidikan juga digunakan untuk peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, terutama di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
"Melalui pendidikan, harapannya sumber daya manusia (SDM) lebih cerdas, lebih inovatif, tapi juga berintegritas," kata Wahyu dalam diskusi publik INDEF yang bertajuk Mencari Presiden RI 2024-2029 yang Sayang Anak, di Jakarta, Kamis (23/11).
Anggaran prioritas selanjutnya dalam APBN 2024 yakni perlindungan sosial sebesar 493,5 triliun rupiah yang diarahkan untuk penghapusan kemiskinan ekstrem, kartu sembako, penguatan perlindungan sosial (perlinsos) sepanjang hayat, hingga mendorong perlindungan sosial adaptif.
Kemudian, anggaran infrastruktur sebesar 422,7 triliun rupiah untuk infrastruktur pendukung transformasi ekonomi hingga percepatan penyelesaian pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) secara bertahap dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Wahyu memaparkan anggaran hukum dan pertahanan keamanan (hukum & hankam) sebesar 324,1 triliun rupiah. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan, pemeliharaan dan perawatan alutsista, dukungan pengamanan Pemilu 2024 dan IKN, hingga pelaksanaan kegiatan operasional hukum dan hankam.
Selanjutnya, pemerintah menggelontorkan 187,5 triliun rupiah untuk anggaran kesehatan. Diarahkan untuk intervensi percepatan penurunan stunting, penguatan teknologi dan kemandirian farmasi, hingga efektivitas Jaminan Kesehatan Nasional.
"Dengan kesehatan harapannya menjadi lebih sehat, terhindar dari generasi gagal dan lebih produktif," ujar Wahyu pula.
Kemudian, anggaran untuk ketahanan pangan ditetapkan sebesar 108,8 triliun rupiah untuk peningkatan produksi pangan domestik melalui program ketersediaan, akses dan konsumsi pangan berkualitas, sampai penguatan lumbung pangan (food estate).
"Jadi, inilah salah satu cara untuk mengakselerasi transformasi ekonomi menuju Indonesia yang lebih maju," katanya lagi.
Perkuat Fondasi
Pada kesempatan lain, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengatakan APBN 2024 berperan sebagai instrumen untuk meneruskan berbagai reformasi untuk membangun fondasi lebih kuat bagi ekonomi ke depan.
"APBN akan terus menjadi tools atau instrumen yang akan menjaga perekonomian dan masyarakat kita dengan postur APBN 2024 yang tetap dijaga untuk mendukung perekonomian kita dan juga sekaligus untuk menjaga stabilisasi," kata Menkeu Sri Mulyani dalam acara Hajatan Politik dan Arah Ekonomi Bisnis 2024 di Jakarta, kemarin.
Menkeu mengatakan APBN 2024 difokuskan pada area yang merupakan fondasi penting bagi perekonomian Indonesia, yakni kesehatan, ketahanan pangan, infrastruktur, pendidikan, perlindungan sosial, ketahanan energi, serta hukum, pertahanan, dan keamanan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Mendagri Tunggu Pengumuman Menko Perekonomian Terkait Penerapan WFH Satu Hari dalam Sepekan
-
BMKG Peringatkan akan Potensi Terjadinya Hujan Lebat di NTT hingga H+3 Lebaran
-
Puncak Arus Mudik pada H-4 Lebaran 2026 di Terminal Leuwipanjang Bandung
-
Daftar Lengkap 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 dan Jadwal Pertandingan
-
Bangun Smelter, Hilirisasi RI baru Sampai Tahap Pengolahan Awal
-
Kemenkeu Optimistis Ekonomi Tumbuh Meski Ada Penutupan di Selat Hormuz
-
Candi Borobudur Targetkan 83.000 Orang Pengunjung saat Libur Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.