Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berpotensi Melemah Lanjutan

📅 Kamis, 23 Nov 2023, 11:25 WIB | Oleh:
Berpotensi Melemah Lanjutan Doc: istimewa

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah lanjutan, hari ini (23/11). Kekhawatiran soal dampak pelambatan ekonomi Tiongkok terhadap perekonomian nasional masih menjadi sentimen kuat bagi pelemahan rupiah.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan kurs ripoah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (23/11), bergerak fluktuatif tetapi ditutup melemah di kisaran 15.560-15.620 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank pada penutupan perdagangan, Rabu (22/11), melemah 135 poin atau 0,87 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.575 rupiah per dollar AS.

Analis Bank Woori Saudara BWS Rully Nova menganggap Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III-2023 yang defisit memperlemah nilai tukar Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

"NPI yang mengalami defisit memperlemah rupiah karena capital outflow belum sepenuhnya kembali ke pasar indonesia," ujar dia di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, NPI pada kuartal III-2023 mencatatkan defisit 1,5 miliar dollar AS atau lebih rendah dibandingkan defisit pada kuartal sebelumnya sebesar 7,4 miliar dollar AS. Kondisi tersebut ditopang oleh defisit neraca transaksi berjalan dan transaksi modal dan finansial yang membaik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Harga Cabai di Mataram Turu...
Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.