Bareng Ibu Negara AS, Rose BLACKPINK Bicara Soal Kesehatan Mental
Sabtu, 18 Nov 2023, 14:26 WIBJAKARTA - Personel grup K-pop BLACKPINK, Rose, mengatakan pada Jumat (17/11) bahwa dunia perlu memahami orang-orang terkenal yang juga bergulat dengan kesehatan mental.
"Saya pikir itu akan sangat bagus, bagi semua orang yang bekerja di bawah pengawasan publik," kata Rose di acara kesadaran kesehatan mental yang diselenggarakan ibu negara AS Jill Biden di kampus Apple Park di Cupertino yang dikutip AP News.
Rose memiliki banyak pengikut di media sosial yang membuatnya merasa rentan, terutama ketika orang-orang kritis terhadap dirinya.
"Saya merasa apa yang saya lakukan tidak pernah cukup, dan tidak peduli seberapa keras saya mengerjakan sesuatu, akan selalu ada orang yang memiliki pendapatnya sendiri atau senang mengendalikan narasinya," katanya. "Jadi, itu membuatku merasa kesepian."
Menurut Rose, penting untuk membicarakan hal-hal seperti itu, betapapun sulitnya.
Diskusi tersebut bagian dari acara yang diselenggarakan Jill Biden untuk para istri pemimpin Asia-Pasifik untuk forum APEC. Rose datang sebagai tamu ibu negara Korea Selatan Kim Keon Hee.
"Orang-orang yang sudah lebih tua - kami tidak pernah berbicara tentang kesehatan mental," kata Biden. "Ada rasa malu yang melekat padanya. Namun apa yang saya temukan sebagai seorang guru - dan memiliki cucu yang berusia 20an tahuun. Menurut saya mereka lebih terbuka untuk berbicara satu sama lain, menurut saya, rasa malunya jauh lebih sedikit."
Acara ini dimoderatori oleh Surgeon General Vivek Murthy. CEO Apple Tim Cook membuka acara tersebut tetapi terdiam sesaat ketika teleprompter padam.
Cook kemudian membela standar privasi perusahaan teknologinya ketika Wan Azizah binti Wan Ismail dari Malaysia menyebutkan bagaimana kecerdasan buatan (AI) dan manipulasi dapat memengaruhi kesehatan mental. Ia menanyakan kepada CEO tentang perlindungan teknologi untuk melindungi informasi data pribadi masyarakat.
"Jika Anda pernah memiliki jam tangan Apple, Anda akan selalu diawasi," katanya.
"Sebenarnya tidak," jawab Cook. "Kami percaya bahwa privasi adalah hak asasi manusia yang mendasar."
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Trump Sebut akan Bertemu Putin di Hungaria Dua Minggu Lagi
-
Wakil Panglima TNI Ikuti Tradisi Pengantar Tugas di Mabesad
-
Komunitas Pelarian Tribe Gelar Kegiatan Seni untuk Bantu Atasi Masalah Kesehatan Mental
-
Sutradara Kathryn Bigelow Ingatkan Ancaman Nyata Senjata Nuklir Lewat 'A House of Dynamite'
-
Cetak Rekor! Video Musik “APT.” Milik Rose BLACKPINK Tembus 2 Miliar View di YouTube
-
RS MMC Resmikan Poli deCent untuk Kesehatan Mental yang Komprehensif
-
Pengembangan Seni Musik Tradisional Melalui Pelatihan di Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.