Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebijakan Pangan Tidak Pro Petani

📅 Jumat, 17 Nov 2023, 11:01 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kebijakan Pangan Tidak Pro Petani Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Nasib petani makin tak menentu seiring adanya wacana potensi impor beras sebesar lima juta ton tahun depan, seperti disampaikan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, di DPR RI beberapa waktu lalu. Sebab, tahun ini saja dengan impor 3,5 juta ton gairah petani bertanam kian turun.

Peneliti Ekonomi Celios, Nailul Huda, mengatakan impor beras dengan jumlah sangat besar tentu menekan kondisi petani, terutama dari sisi harga, importasi bakal menekan nilai jual hasil panenan petani.

"Karenanya, saya sangat mengimbau pemerintah berpikir ulang lagi rencana impor beras dengan jumlah sangat besar tersebut. Apakah tepat berlandaskan El Nino sedangkan tahun depan kemungkinan sudah berakhir El Nino-nya," ujar Huda kepada Koran Jakarta, Kamis (16/11).

Senada, Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, mengatakan impor selalu menjatuhkan harga di tingkat petani. "Setiap ada impor masuk, harga beras pasti turun, yang juga berdampak di harga gabah di petani," ujarnya.

Dia menjelaskan, saat ini sebagian sudah mulai tanam dengan perkiraan panen raya pada Maret-April. Namun, saat panen raya, harga gabah justru cenderung anjlok.

"Semestinya, Bulog bisa mengambil peran untuk menyerap panen petani, tentu dengan harga yang menguntungkan petani. Namun itu tidak terjadi," tegasnya.

Dia menyebutkan kalau menggunakan harga sesuai ketentuan Badan Pangan Nasuonal (Bapanas) untuk penugasan ke Bulog sebesar 5.000 rupiah per kilogram (kg) untuk gabah kering panen (GKP), maka hal itu belum menguntungkan petani.

Pada kesempatan lain, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa, mengatakan perekonomian petani semestinya diperkuat di tengah kondisi saat ini, bukannya malah diganggu dengan wacana impor beras sebanyak lima juta ton.

"Mestinya Mentan fokus pada potensi peningkatan produksi pangan sejumlah berapa juta ton pada 2024, sehingga berangsur-angsur mengurangi ketergantungan impor pangan," tegas Awan.

Utamakan Lokal

Dia menjelaskan perubahan iklim dan geopolitik global yang menjadi ancaman krisis pangan semestinya mendorong pemerintah lebih serius menjalankan agenda kedaulatan pangan.

Namun, Awan khawatir wacana impor ini membuat petani tak bergairah meningkatkan produksi. "Itu yang dicemaskan, sebab mereka berpikir ngapain nanam kalau ujung-ujungnya impor," tandasnya.

Karena itu, dia menekankan pemerintah harus mengutamakan beras lokal hasil produksi petani dengan diikuti ketetapan harga yang tidak merugikan produsen.

Seperti diketahui, awal pekan ini, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Indonesia berpotensi untuk mengimpor beras hingga lima juta ton pada 2024 akibat tantangan pertanian yang makin kompleks dan potensi krisis pangan dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.