Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukungan Kurikulum Pendidikan Perlu untuk Tangkal Hoaks Jelang Pemilu

📅 Rabu, 15 Nov 2023, 23:23 WIB | Oleh:
Dukungan Kurikulum Pendidikan Perlu untuk Tangkal Hoaks Jelang Pemilu Doc: antara

Pendiri Klinik Digital Vokasi Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Dr Devie Rahmawati menuturkan bahwa pemberantasan hoaks menjelang pemilihan umum (pemilu) tidak dapat dilakukan secara instan, namun harus melalui kurikulum pendidikan jangka panjang yang sistematis.

"Mengapa hal ini menjadi penting? Karena jika sudah masuk kurikulum pendidikan, berarti baik siswa di Aceh maupun di Papua akan mendapat ajaran yang sama, sehingga semuanya memiliki mental dan modal yang sama untuk menghadapi hoaks," ujar Devie saat dihubungiANTARAdi Jakarta, Rabu.

Karena penanganan hoaks ini dilakukan sektor sistem pendidikan yang sistematis, ia menyebut bahwa hasilnya baru dapat terlihat 20 atau 30 tahun lagi. Walaupun begitu, ia mengatakan bahwa upaya ini tetap penting dilakukan agar dapat menciptakan resistansi di masyarakat terhadap berita-berita bohong.

Devie mengatakan bahwa walaupun Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) telah membentuk satuan tugas khusus maupun berbagai gerakan masyarakat, seperti Gerakan Makin Cakap Digital, Gerakan Nasional Literasi Digital (Siberkreasi), dan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi), partisipasi masyarakat tetap diperlukan untuk memberantas hoaks.



Hal ini dikarenakan informasi bohong menyebar dengan sangat cepat dibandingkan upaya untuk membuat narasi penangkal informasi bohong tersebut. Menurut penelitian Massachusetts Institute of Technology (MIT), suatu hoaks dapat menyebar dalam dua menit.

Dosen vokasi diUniversitas Indonesiatersebut menyayangkan kebiasaan masyarakat yang mengutamakan kecepatan dalam menyebarkan informasi, bukan keakuratannya, sehingga kesalahan informasi mudah terjadi dan meluas.

Ia menyatakan bahwa banyak orang yang tidak sadar bahwa mereka telah menyebarkan berita bohong, yang menurut sebuah penelitian internasional bukan disebabkan karena mereka berniat buruk, namun justru mereka ingin dianggap sebagai "pahlawan" yang telah memberikan pengetahuan kepada orang lain.

"Jadi, sebenarnya niatnya baik, tapi sayangnya yang mereka sampaikan ternyata hoaks," ucapnya.

Sementara itu, lanjut Devie, diperlukan waktu yang lebih lama untuk melakukan verifikasi terhadap informasi yang disampaikan sehingga seringkalicountermeasureatau tindakan penanggulangan terlambat dilakukan.

Oleh karena itu, ia menganggap penanganan hoaks sebagai pekerjaan rumah dan perjuangan panjang bagi seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

"Jadi, memang kita perlu bersabar untuk memastikan tidak ada lagi berita bohong yang tersebar," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.