Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Integrasi Data Geospasial Atasi 'Triple Planetary Crisis'

📅 Jumat, 10 Nov 2023, 10:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Integrasi Data Geospasial Atasi 'Triple Planetary Crisis' Doc: ISTIMEWA
Ket. Kepala Bappenas da­lam Plenary Meeting UN-GGIM (United Nations Committee of Experts on Global Geospatial Information Management) Asia-Pasifik ke-12 dengan tema Embracing Geospatial Inno­vation for a Sustainable World di Bali, Kamis (9/11).

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan manajemen informasi geospasial yang terpadu dalam kerangka kebijakan dan agenda pembangunan berkelanjutan diperlukan untuk mengatasi triple planetary crisis atau krisis yang meliputi perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

"Penting memiliki kesadaran tantangan global seperti perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan manajemen informasi geospasial yang terpadu dalam kerangka kebijakan dan agenda pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional, regional, maupun global. Integrasi data geospasial dengan data statistik nasional, serta antara data geospasial darat dan maritim sangat esensial," kata Kepala Bappenas dalam Plenary Meeting UN-GGIM (United Nations Committee of Experts on Global Geospatial Information Management) Asia-Pasifik ke-12 dengan tema Embracing Geospatial Innovation for a Sustainable World di Bali, Kamis (9/11).

Dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Teknokratik 2025-2029 untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, data statistik dan informasi geospasial yang akurat, valid, dan terkini menjadi fondasi penting. Hal ini sesuai pendekatan perencanaan pembangunan yang bersifat tematik, holistik, integratif, dan spasial.

"Pertemuan ini memiliki peran strategis untuk merangsang inovasi dan integrasi data geospasial di Indonesia dan negara-negara Asia-Pasifik, dengan fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas data geospasial, yang sangat relevan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.