Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gencarkan Bantuan Pangan untuk Atasi Stunting di Sulsel

📅 Sabtu, 04 Nov 2023, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gencarkan Bantuan Pangan untuk Atasi Stunting di Sulsel Doc: ANTARA/M Faisal Hanapi
Ket. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyalurkan bantuan pangan berupa paket sembako kepada warga penderita stunting di Kabupaten Majene, Jumat (03/11/2023).

Majene - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) menyalurkan bantuan pangan guna mengatasistunting(gangguan pertumbuhan pada anak) berupa paket sembako kepada warga penderita di Kabupaten Majene.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Koperadagkop dan UKM) Sulawesi Barat Andi Bau Akram Dai di Majene Jumat mengatakan, pemerintah Sulbar menyalurkan paket sembako guna mencegah stunting di Desa Tallu Banua Kecamatan Sendana Kabupaten Majene.

Ia menjelaskan, Dinas Koperindag dan UKM yang merupakan organisasi perangkat daerah (OPD) pemerintah di Sulbar, telah ditetapkan menjadi satuan tugas (Satgas) untuk menangani stunting di Majene sehingga bantuan sembako tersebut disalurkan.

Menurut dia, bantuan sembako yang disalurkan kepada masyarakat di Tallu Banua sebanyak 25 paket yang berisi minyak goreng satu liter, gula satu kilogram, beras lima kilogram, dan telur satu rak, serta paket berisi susu formula satu kotak.

"Bantuan tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menyelesaikan permasalahan pembangunan di Sulbar," katanya.

Andi Bau juga mengatakan, selain permasalahan stunting, pemerintah di Sulbarjuga menghadapi sejumlah permasalahan pembangunan lainnya di antaranya pernikahan dini, kemiskinan ektrem, inflasi, dan anak putus sekolah.

"Lima permasalahan pembangunan tersebut disebut 4+1 yang terus dilakukan intervensi dengan memberikan bantuan kepada masyarkat pada setiap desa di Sulbar," katanya.

Ia meminta agar pemerintah desa terus melakukan pemuktahiran data untuk mengetahui masyarakat yang telah terdampak permasalahan pembangunan 4+1 tersebut agar dapat ditangani pemerintah.

"Masyarakat desa di Sulbar diminta menghindari pernikahan dini bagi anak masih remaja, karena akan membuat tidak mendapatkan pendapatan keluarga yang layak, memicu terjadinya kemiskinan ekstrem dan anak putus sekolah serta stunting, sehingga menjadi permasalahan pembangunan di Sulbar," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kepala Bapanas: Stok Beras ...
Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...

Kerukunan dan Kebebasan Beribadah Patut Disyukuri

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kerukunan dan Kebebasan Ber...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.