Peneliti Sebut Burung Kuau Raja Hampir Terancam Punah

Jumat, 03 Nov 2023, 21:11 WIB

BANDA ACEH - Peneliti burung dari Kelompok Studi Lingkungan Hidup (KSLH) Heri Tarmizi, menyatakan bahwa burung Kuau Raja yang dikenal sebagai Great Argus ini tidak punah, melainkan statusnya terancam (NT) punah.

"Statusnya dalam Daftar Merah dari International Union for the Conservation of Nature (IUCN) terancam punah atau endangered sehingga termasuk hewan yang dilindungi bukan punah," kata Heri Tarmizi, di Banda Aceh, Jumat (3/11).

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA/Tangkapan layar Youtuber jaguarsniperkicau2

Pernyataan itu disampaikan Heri Tarmizi merespons adanya penemuan satwa liar lindung burung Kuau Raja di hutan Aceh oleh YouTuber @jaguarsniperkicau272 yang menarik banyak perhatian warga Tanah Air, karena burung tersebut dinyatakan sudah punah.

Heri menyampaikan, burung Kuau Raja ini masih ditemukan di beberapa hutan Aceh. Bahkan, konservasionis di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) pernah merilis bahwa satwa liar itu masih bisa ditemukan di dataran rendah sampai sekitar 1.400 mdpl.

"Kalau di Indonesia, Kuau Raja ini bisa dijumpai di Kalimantan dan Sumatra sedangkan secara global bisa ditemukan di Myanmar, Malaysia, dan Brunei Darussalam," ujarnya.

Video viral penemuan burung Kuau Raja oleh tim @jaguarsniperkicau272 sejak diunggah pada 23 Oktober ini telah disaksikan oleh 4,8 juta penonton dan mendapat lebih dari 5.000 komentar.

Dalam video itu, dua orang tim yang dipimpin Balia pemilik konten memindahkan burung Kuau Raja jantan ke hutan yang lebih luas karena satwa liar tersebut berada di hutan yang sudah terlalu kecil sekitar 1 hektare dan berada di lingkungan perusahaan perkebunan sawit.

Sebagai peneliti, Heri menyayangkan aksi konten kreator @jaguarsniperkicau272, karena evakuasi Kuau Raja tersebut dilakukan dengan prosedur yang tidak tepat yakni dengan memasang jerat.

Menurut Heri, satwa lindung itu jika ingin dipindahkan seharusnya tidak menggunakan perangkap jerat, tapi bentuk kandang. Penangkapan dengan jerat justru akan membahayakan burung Kuau Raja.

"Setelah saya nonton ini, cukup ngeri, apalagi kalau sempat jeratnya kena di leher, bisa fatal, belum lagi kalau terlambat penyelamatan bisa jadi mangsa predator," ujar dia.

Aksi pemindahan Kuau Raja tersebut, lanjut Heri, menyalahi aturan dan berpotensi terkena UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya karena menangkap hewan yang dilindungi dan tidak memiliki izin untuk memindahkan.

"Jika dianggap perlu dipindahkan harus menghubungi BKSDA untuk proses penanganan, kalau BKSDA tidak bisa, maka minta izin untuk evakuasi karena mengangkut satwa lindung melanggar UU No 5 Tahun 1990," kata Heri.

Sementara itu, konten kreator @jaguarsniperkicau bernama Balia, mengatakan ia menuliskan Kuau Raja punah pada tampilan muka video karena pernyataan TikTokers yang menyebutkan Kuau Raja sudah punah.

"Saya rasa badan konservasi tidak menyatakan punah, hanya terancam, tapi ada satu TikTokers yang berkata bahwa burung ini punah," kata Balia.

Balia juga menyampaikan bahwa dirinya memang tidak mengajukan izin untuk memindahkan satwa liar yang dilindungi tersebut karena ketidaktahuan prosedural.

"Saya tidak tahu kemana saya harus melapor dan saya rasa perbuatan saya tidak menyalahi karena saya hanya ingin hewan dan burung tetap lestari," demikian Balia. Ant/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.