Menanti Data Ekonomi AS

Jumat, 03 Nov 2023, 10:59 WIB

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi menguat terbatas jelang akhir pekan ini. Pelaku pasar cenderung menunggu atau wait and see terhadap rilis data sektor ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) dan pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal III-2023 yang akan diumumkan pekan depan.

Analis Senior Bank Mandiri, Reny Eka Putri memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (3/11), bergerak menguat di kisaran 15.805-15.880 rupiah per dollar AS.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Sebelumnya, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank pada penutupan perdagangan, Kamis (2/11), menguat sebesar 81 poin atau 0,51 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.855 rupiah per dollar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25-5,50 persen.

"Gubernur Bank Sentral AS/ The Fed Jerome Powell memberikan nada yang tidak terlalu hawkish dibandingkan ekspektasi pasar, dengan mengakui bahwa kondisi moneter telah mengalami pengetatan secara substansial dalam beberapa bulan terakhir," kata dia dalam keterangan tertulis Jakarta, kemarin.

Pasar menganggap hal tersebut sebagai lampu hijau untuk tetap berpegang pada peluang di bawah 20 persen bahwa suku bunga akan naik pada Desember 2023.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.