Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Optimalkan Potensi Tenaga Hidro

📅 Rabu, 01 Nov 2023, 07:10 WIB | Oleh:
Optimalkan Potensi Tenaga Hidro Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah mendorong pemanfaatan secara optimal tenaga hidro dalam upaya mempercepat transisi energi Indonesia mencapai net zero emission (NZE) pada 2060. Sebab, potensi tenaga hidro di Tanah Air sangat berlimpah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menyatakan pembangkit listrik tenaga hidro berkontribusi bagi sistem ketenagalistrikan di Indonesia selama lebih dari 100 tahun.

"Saat ini, peran tenaga hidro menjadi semakin penting dalam upaya percepatan transisi energi Indonesia mencapai NZE pada 2060," katanya saat pembukaan sesi plenary pada World Hydropower Congress (WHC) 2023 di Bali, Selasa (31/11).

Dia menambahkan Indonesia memiliki potensi tenaga hidro sebesar 95 gigawatt (GW). Saat ini, kapasitas terpasang telah mencapai 6,7 GW. Pada 2030, pengembangan pembangkit tenaga hidro ditargetkan mencapai lebih dari 10 GW.

"Selanjutnya, akan ditingkatkan mencapai 72 GW sampai 2060. Sementara untuk pumped storage akan mencapai 4,2 GW," ujarnya.

Menurut Arifin, pemerintah juga memprioritaskan pengembangan transmisi supergrid untuk meningkatkan konektivitas antarpulau dengan mendorong pemanfaatan sumber energi hidro dan energi terbarukan lainnya.

"Tenaga hidro adalah salah satu energi terbarukan yang dapat digunakan sebagai base load dan juga sebagai solusi bagi intermitensi dari variabel energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin pada jaringan listrik," tuturnya.

Saat ini, sedang berlangsung pembangunan beberapa proyek pembangkit listrik tenaga hidro di Indonesia, yaitu PLTA Jatigede berkapasitas 110 megawatt (MW) dan PLTA Asahan (174 MW), yang ditargetkan mencapai commercial operation date (COD) pada 2024.

Kemudian, PLTA Peusangan 1 dan 2 (88 MW) serta PLTA Merangin (350 MW) yang akan COD pada 2025, serta PLTA Batang Toru (520 MW) yang COD pada 2026.

"Untuk meningkatkan peran tenaga hidro pada sistem kelistrikan, Indonesia juga mengembangkan pumped storage pertama, Upper Cisokan yang berkapasitas 1.040 MW, yang memanfaatkan aliran air Sungai Cisokan, Jawa Barat," ujar Arifin.

Pemerintah juga berencana mengembangkan industri hijau di Kalimantan dengan memanfaatkan tenaga hidro.

Terdapat dua proyek tenaga hidro berskala besar yang sedang disiapkan, yakni PLTA Kayan dengan kapasitas 9.000 MW, yang akan menyuplai listrik untuk industri manufaktur. Selanjutnya, PLTA Mentarang berkapasitas 1.375 MW, yang akan memberikan suplai listrik untuk industri.

Kendala Pemanfaatan

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo mengatakan Indonesia mempunyai lebih dari 4.400 sungai yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dan sangat potensial untuk dijadikan pembangkit listrik tenaga air. Sebanyak 128 di antaranya adalah sungai besar, seperti Sungai Mamberamo di Papua dengan potensi 24.000 megawatt, Sungai Kayan memiliki potensi 13.000 megawatt.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.