Ayo Tingkatkan Kewaspadaan, Posisi dan Durasi Penggunaan Gawai Pengaruhi Kesehatan
Minggu, 29 Okt 2023, 05:21 WIBMedan - Ayo tingkatkan kewaspadaan, Inisiator Gerakan Gadget Sehat Indonesia (GGSI) Prof Dr Ridha Dharmajaya mengatakan posisi dan durasi dalam penggunaan gawai sangat mempengaruhi kesehatan tubuh.
"Dua faktor penyebab penggunaan gawai yang bisa mengakibatkan dampak negatif bagi kesehatan adalah posisi dan durasi," ujar Ridha dalam Talkshow Inspiratif, Millenial Inspiration Award 2023 di Medan, Sabtu.
Ridha menjelaskan, menggunakan gawai dengan posisi menekuk ke bawah yang cukup lama akan sangat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
"Jika menggunakan gadget dengan posisi yang menyebabkan adanya tekukan pada leher, maka akan ada beban yang ditanggung. Semakin dalam tekukan itu, maka akan semakin berat beban yang ditanggung leher," kata Ridha.
Menurut dia, batas ideal bagi masyarakat menggunakan gawai hanya berkisar dua jam per hari.
"Namun, jika tekukan itu terjadi lebih dari dua jam dan secara terus menerus, ini menjadi masalah. Maka akan terjadi gangguan yakni saraf kejepit pada bagian leher. Gejalanya yakni berat di pundak, leher pegal, tangan kesemutan, dan bangun tidur tidak segar," sebutnya.
Ridha mengatakan, dulunya gejala ini sering dialami orang tua usia 60 tahun ke atas, tapi saat ini sering dialami remaja baik tingkat SMA, SMP bahkan anak SD.
"Parahnya lagi, jika gejala awal itu diabaikan dan kita terus menggunakan gadget dengan posisi yang salah dan dalam durasi waktu yang lama, maka yang terjadi adalah kematian saraf," sebutnya.
Untuk itu, Ridha meminta seluruh elemen masyarakat khususnya generasi muda untuk memahami serta membatasi penggunaan gawai.
"Kematian saraf ini jauh lebih berbahaya dan berujung cacat dengan gejala yang dialami adalah kelumpuhan pada tangan dan kaki dan yang lainnya," sebutnya.
Selain itu, ia juga mengajak generasi muda mempersiapkan diri untuk menyambut bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia.
"Kita dalam situasi bonus demografi ini harus dimanfaatkan agar Indonesia bisa masuk jajaran lima besar dunia jika generasi yang tumbuh adalah generasi berkualitas, yakni sehat fisik, pintar dan bermoralyang baik. Tapi sebaliknya, jika generasi yang tumbuh karena perilaku salah terutama dalam penggunaan gadget maka yang terjadi adalah bencana demografi," ujarnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Line Up Synchronize Fest 2026 Fase 1: Daftar 17 Musisi dan Jadwal Festival
-
Wajib Tahu! Kurang Tidur di Usia 40-an dan 50-an Bisa Meningkatkan Risiko Alzheimer di Kemudian Hari
-
Bupati Banyumas Dorong Kepala Sekolah Melek Digital dan Inovatif
-
Target penambahan kapasitas PLTB
-
Liga Champions: Kompany Puji Performa “Istimewa” Neuer Usai Bayern Taklukkan Madrid
-
Perut Anda Buncit? Jalan Kaki 10 Menit Sehabis Makan Solusinya!
-
Penemuan 56 Spesies Tumbuhan Langka di Kebun Raya Banua Kalsel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.