Pelamahan IHSG Makin Buruk Sepekan Ini
Sabtu, 28 Okt 2023, 06:59 WIBJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan ini melanjutkan tren negatif dari periode sebelumnya. Sentimen penggerak rupiah masih sama dengan sepekan sebelumnya, yakni peningkatan tensi geopolitik di Timur Tengah, ancaman gagal bayar sektor properti di Tiongkok, dan nada hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Fed.
IHSG sepanjang 23-27 Oktober lalu terkoreksi 1,32 persen, lebih buruk dibandingkan koreksi pada 16-20 Oktober lalu sebesar 1,12 persen.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/10) sore, ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia.
IHSG akhir pekan ditutup menguat 44,27 poin atau 0,66 persen ke posisi 6.758,79. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,60 poin atau 0,41 persen ke posisi 892,91.
"Indeks saham di Asia sore ini di tutup menguat dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,9 persen, setelah kemarin terpuruk di level terendahnya dalam 11 bulan," sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, laporan keuangan dari Amazon dan Intel yang dirilis setelah pasar saham di Amerika Serikat (AS) tutup memberikan harapan bahwa indeks saham utama di Wall Street pada akhir pekan ini akan berusaha rebound di bawah bayangan konflik Timur Tengah.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Plt Bupati Ahmad Baharudin Ungkap Penyebab Serapan APBD Tulungagung 2026 Rendah
-
Bondowoso Minta Bantuan Pemprov Jatim Tangani Krisis Air Bersih
-
Sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang kereta api
-
Wartawan Italia Klaim Alami Kekerasan saat Kapal Bantuan Menuju Gaza Dicegat Israel.
-
IHSG Sepanjang 2026 Ambles 30 Persen Lebih, Gejolak Global Guncang Kepercayaan Investor
-
Rupiah Boleh Rontok, Harga BBM Subsidi Tak Dinaikkan
-
Laporan Safe-Agent: Perusahaan Belum Siap Hadapi Risiko AI Otonom
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.