Bahaya Perundungan bagi Masa Depan Anak

Senin, 13 Jul 2026, 23:32 WIB

Sumenep - Bupati Sumenep, Jawa Timur, Achmad Fauzi Wingsojudo mengingatkan bahaya praktik perundungan bagi masa depan anak, sehingga ia meminta agar para kepala sekolah dan guru melakukan antisipasi, terutama pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Menurut dia, MPLS harus menjadi momentum membangun semangat belajar, memperkenalkan budaya sekolah, serta menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik baru, bukan menjadi ajang bagi para senior di sekolah melakukan tindakan yang bisa menimbulkan tekanan fisik maupun mental.

Ket. Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo foto bersama dengan para siswa TK saat melakukan inspeksi mendadak pada hari pertama pelaksaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026). — Sumber: Antara

"Karena itu, tadi saat bertemu dengan guru, kepala sekolah dan para pengurus organisasi siswa intra sekolah saya sudah menyampaikan, bahwa dengan penerimaan siswa-siswi baru, itu lebih kepada edukasi, lebih kepada pengenalan lingkungan siswa," katanya saat melakukan inspeksi mendadak pada hari pertama pelaksanaan MPLS di Sumenep, Senin.

Bupati juga meminta seluruh kepala sekolah meningkatkan pengawasan terhadap seluruh aktivitas selama MPLS, termasuk kegiatan yang melibatkan organisasi siswa intra sekolah (OSIS), agar tetap berjalan sesuai aturan dan nilai-nilai pendidikan.

"Karena ada batasan-batasan yang harus dikoordinasikan terhadap senior-seniornya. Biasanya kalau di sekolah itu kan OSIS. Itu saya sudah sampaikan kepada kepala sekolah, jangan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, karena akan menyebabkan masa depan anak yang menjadi korban perundungan terganggu," katanya.

Pada hari pertama pelaksanaan MPLS tahun pelajaran 2026-2027, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah sekolah.

Salah satu sekolah yang dikunjungi ialah SMP Negeri 1 Sumenep. Di lokasi itu, Bupati Fauzi memantau secara langsung pelaksanaan MPLS sekaligus berdialog dengan pihak sekolah agar seluruh rangkaian kegiatan benar-benar berorientasi pada pendidikan karakter dan pengenalan lingkungan sekolah.

Bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumenep ingin seluruh sekolah menjadi tempat yang memberikan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan bagi setiap peserta didik. Oleh sebab itu, seluruh kepala sekolah telah diingatkan agar bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan MPLS di masing-masing satuan pendidikan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Moh Iksan mengatakan MPLS Ramah tahun ajaran 2026/2027 dirancang untuk memberikan pengalaman belajar pertama yang positif bagi peserta didik baru mulai jenjang TK, SD hingga SMP.

Menurut dia, pelaksanaan MPLS mengedepankan enam prinsip utama, yakni menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, bebas perundungan, menghargai keberagaman, serta berpusat pada kebutuhan peserta didik.

"MPLS tahun ini mengusung tema Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah. Kami berharap seluruh peserta didik dapat mengikuti setiap kegiatan dengan penuh semangat dan memperoleh pengalaman yang berkesan," katanya.

  • mpls

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.