- Home
-
- Luar Negeri
-
- Menjelang Perang Bawah Lau...
Menjelang Perang Bawah Laut Pasifik, AS Geser USS Tucson Lebih Dekat ke Taiwan
Selasa, 14 Jul 2026, 00:02 WIBGUAM â Amerika Serikat semakin mendekatkan kekuatan bawah lautnya ke garis depan persaingan dengan Tiongkok. Angkatan Laut AS secara permanen memindahkan kapal selam serang bertenaga nuklir USS Tucson dari Pearl Harbor, Hawaii, ke Guam, memperkuat salah satu pangkalan militer paling strategis Washington di Pasifik Barat.
USS Tucson tiba di Pelabuhan Apra pada 10 Juli untuk menggantikan USS Jefferson City yang kembali ke Pearl Harbor. Perpindahan tersebut bukan sekadar rotasi rutin. Dengan menempatkan kapal selam nuklir lebih dekat ke Asia Timur, AS memangkas waktu yang dibutuhkan untuk mencapai sejumlah titik panas potensial, mulai dari Selat Taiwan hingga Laut Tiongkok Selatan.
Dari Military Watch, Guam hanya berjarak sekitar 2.700 kilometer dari Selat Taiwan dan berada jauh lebih dekat ke Laut Tiongkok Selatan dibandingkan Hawaii. Posisi itu memungkinkan kapal selam AS mencapai kawasan operasi beberapa hari lebih cepat, sekaligus memperpanjang waktu patroli mereka di garis depan.
Dalam perang modern di Pasifik, keunggulan waktu dapat menjadi faktor penentu. Semakin sedikit waktu yang dihabiskan untuk perjalanan dari pangkalan, semakin lama kapal selam dapat memburu target, melakukan pengawasan, mengawal kekuatan laut, atau melancarkan serangan jika konflik pecah.
USS Tucson merupakan kapal selam serang nuklir kelas Los Angeles yang membawa kombinasi senjata melalui tabung torpedo serta 12 tabung peluncuran vertikal untuk rudal jelajah Tomahawk. Kapal selam jenis ini dirancang untuk memburu kapal selam dan kapal permukaan lawan, melakukan pengintaian, serta menyerang sasaran di daratan.
Kehadiran kapal selam nuklir semakin penting ketika kapal-kapal perang permukaan menghadapi ancaman rudal antikapal jarak jauh, jaringan sensor, dan pengawasan satelit yang semakin canggih. Di lingkungan tempur seperti Pasifik Barat, kemampuan beroperasi secara tersembunyi menjadikan kapal selam serang salah satu aset paling berharga bagi Washington.
Perpindahan USS Tucson sekaligus menjadi bagian dari perubahan besar postur militer AS di Indo-Pasifik. Pada November 2024, Angkatan Laut AS mulai menempatkan kapal selam serang kelas Virginia secara permanen di Guam, menandai peningkatan kemampuan bawah laut yang ditempatkan langsung di garis depan.
Skuadron Kapal Selam 15 di Guam pun terus diperkuat. Washington berupaya mempertahankan kekuatan kapal selam serang yang siap bergerak cepat jika krisis meletus di kawasan.
Strategi serupa kini diperluas ke Australia. Pada Juni, Angkatan Laut AS membentuk skuadron kapal selam baru di HMAS Stirling, Australia Barat. Pangkalan tersebut akan mendukung operasi rotasi kapal selam nuklir Amerika sekaligus memperkuat integrasi dengan Angkatan Laut Australia.
Dalam konflik besar, kapal selam serang AS diperkirakan akan mendapat sejumlah misi paling berbahaya: memburu kapal perang dan kapal selam lawan, mengawasi jalur laut strategis, mendukung operasi pasukan khusus, hingga menekan kemampuan nuklir berbasis laut negara pesaing.
Dengan USS Tucson kini berada di Guam dan jaringan operasi kapal selam diperluas hingga Australia, arah strategi Washington semakin jelas. Amerika Serikat sedang memindahkan lebih banyak kekuatan bawah lautnya dari pangkalan yang jauh menuju posisi yang lebih dekat dengan pusat persaingan militer di Pasifik Barat.
Jika krisis di Taiwan atau Laut Cina Selatan berubah menjadi perang terbuka, ancaman pertama bagi armada lawan mungkin bukan datang dari langit atau dari kapal perang di permukaanâmelainkan dari kapal-kapal selam nuklir yang telah menunggu dalam senyap di kedalaman Pasifik.
- Konflik Tiongkok-Taiwan
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kapal Perang Australia Terobos Selat Taiwan, Militer Tiongkok Pasang Status Siaga
-
Piala AFF, Indonesia Satu Grup dengan Malaysia dan Vietnam. Nova Lengkapi 28 Pemain
-
Harga Minyak Anjlok Tajam setelah Trump Sebut Perang Melawan Iran akan Segera Berakhir
-
WO Kabur Jelang Nikah, Pengantin Rugi Rp85 Juta
-
Pemkab Sigi Berikan Beasiswa Masagena Plus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.