Memperluas Cakupan Distribusi Bantuan Air Bersih di Wilayah Bekasi
Senin, 13 Jul 2026, 23:12 WIBKabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memperluas cakupan distribusi bantuan air bagi warga terdampak kekeringan dari semula dua wilayah menjadi tiga kecamatan sebagai upaya mencegah terjadi krisis air bersih selama periode musim kemarau tahun ini.
"Dampak kekeringan meluas sehingga kami melakukan respons cepat dengan memperluas area distribusi air bersih. Saat ini tercatat ada 20 titik wilayah terdampak kekeringan dengan total 575.000 liter air yang sudah kami distribusikan sejauh ini," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi di Cikarang, Senin.
Dia mengatakan penyaluran air bersih terus dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat seiring memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung Bulan Juli hingga September 2026.
Distribusi air bersih dilakukan berdasarkan hasil asesmen serta permohonan dari aparatur pemerintahan wilayah setempat yang diteruskan kecamatan kepada BPBD, PMI maupun Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi.
Pihaknya juga mencatat sebanyak 2.416 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan yang tersebar di enam desa dan tiga wilayah kecamatan meliputi Kecamatan Cibarusah, Serang Baru dan Bojongmangu.
Sejumlah wilayah terdampak itu antara lain Desa Ridogalih dan Ridomanah di Kecamatan Cibarusah, Desa Nagasari di Kecamatan Serang Baru serta Desa Sukamukti, Sukabungah, Medalkrisna, dan Karang Indah di Kecamatan Bojongmangu. Total ada 20 titik terdampak.
"Kami tidak bekerja sendiri dalam mendistribusikan bantuan air bersih. BPBD sejauh ini telah menyalurkan 380.000 liter dan PMI 170.000 liter dengan bahan baku air bersih diambil dari Perumda Tirta Bhagasasi. Dukungan dari swasta juga sudah mulai tersalurkan sebanyak 25.000 liter," ujarnya.
Dodi mengaku sinergi antara pemerintah daerah, Tirta Bhagasasi, lembaga kemanusiaan maupun swasta menjadi faktor penting dalam percepatan penanganan dampak kekeringan, terutama di wilayah yang setiap tahun mengalami keterbatasan pasokan air bersih saat musim kemarau.
Selain menyalurkan bantuan air bersih, BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan serta perangkat daerah terkait untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan sekaligus memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran.
BPBD Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau serta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
"Kami memastikan personel, armada.dan stok air bersih tetap siaga. Jika ada wilayah baru yang terdampak, distribusi akan segera dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi," kata dia.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mau ke Indonesia Arena Naik Bus Transjakarta? Ini Pilihan Rute yang Melewati Sejumlah Titik Strategis
-
Pengenalan Panjat Tebing Sejak Usia Dini oleh FPTI Kotawaringin Timur Kalteng
-
Trump Sebut Perang dengan Iran Hampir Berakhir', Isyarat Kuat Perundingan Kamis Hasilkan Kemajuan
-
Ada Proyek Flyover Latumenten, Dishub DKI Alihkan Kendaraan Besar ke Tubagus Angke
-
Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 di Pegadaian pada Rabu Pagi
-
Kajian PT LAPI ITB Ungkap Peran Konektivitas Digital dalam Dorong Ekonomi dan UMKM
-
TPST Bantargebang Jadi Sorotan Dunia, Sistem Pengelolaan Sampah Harus Dirombak.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.