Menlu Wang Yi Serukan Hubungan AS-Tiongkok yang 'Stabil'

Jumat, 27 Okt 2023, 10:30 WIB

WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi pada Kamis (26/1) menyuarakan harapan akan hubungan yang lebih stabil dengan Amerika Serikat setelah berbulan-bulan mengalami gejolak saat kunjungan ke Washington untuk mempersiapkan kemungkinan kunjungan Presiden Xi Jinping.

Presiden AS Joe Biden mengundang Presiden Tiongkok Xi Jinping ke San Francisco untuk berpartisipasi dalam KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC). Namun ia juga bersikap tegas terhadap Tiongkok menjelang pertemuan tersebut, dengan terus menerapkan sanksi yang ditargetkan, dan dengan gigih mendukung sekutu AS dalam perselisihannya dengan Beijing.

Ket. Foto: Menlu AS Antony Blinken dan Menlu Tiongkok Wang Yi berbicara kepada media sebelum pertemuan di Departemen Luar Negeri di Washington, DC pada 26 Oktober 2023. — Sumber: AFP/Saul Loeb

Wang Yi memulai kunjungannya dengan bertemu Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. Blinken mengatakan kepada tamunya dia menantikan "percakapan konstruktif".

Wang mengatakan kepada Blinken bahwa Tiongkok ingin "mengurangi kesalahpahaman".

"Kami berupaya memperluas kerja sama yang akan menguntungkan kedua belah pihak sehingga kita dapat menstabilkan hubungan AS-Tiongkok dan mengembalikannya ke jalur pembangunan yang sehat, stabil, dan berkelanjutan," kata Wang.

Mengakui masih akan ada perbedaan, Wang mengatakan, Tiongkok berharap akan menanggapinya "dengan tenang, karena kami berpandangan bahwa apa yang benar dan apa yang salah tidak ditentukan oleh siapa yang memiliki kekuatan atau suara yang lebih keras".

Pada Jumat, Wang akan berbicara di Gedung Putih dengan Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan. Belum ada pengumuman resmi terkait pertemuan dengan Biden, namun pertemuan diperkirakan akan terjadi setelah Xi menerima Blinken di Beijing.

Para pejabat AS telah berulang kali menyatakan akan menciptakan "pagar pembatas" dengan Tiongkok untuk mencegah skenario terburuk dan telah berupaya memulihkan kontak antara militer kedua negara, namun belum berhasil.

"Kami akan bersaing dengan Tiongkok (dalam) segala hal sesuai dengan aturan internasional - secara ekonomi, politik, dan hal-hal lain. Namun saya tidak mengharapkan konflik," kata Biden pada Rabu saat menyambut Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

Biden juga memperingatkan Tiongkok mengenai kewajiban perjanjian AS terhadap Filipina, yang menyatakan bahwa kapal-kapal Tiongkok dengan sengaja menyerang kapal-kapal Manila di perairan yang penuh sengketa - sebuah pernyataan yang dibantah Beijing.

Ketegangan meningkat terutama terkait Taiwan yang diklaim oleh Beijing, yang selama setahun terakhir telah melancarkan latihan militer besar-besaran sebagai tanggapan atas tindakan anggota parlemen AS.

Kementerian Pertahanan Tiongkok pada Kamis menuduh Partai Progresif Demokratik yang berkuasa di Taiwan mendorong pulau itu menuju "situasi perang yang berbahaya."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.