Penerbangan di Asia-Pasifik Akan Pulih pada Paruh Pertama 2024

Kamis, 26 Okt 2023, 00:03 WIB

SINGAPURA - Sektor penerbangan sipil di kawasan Asia-Pasifik diperkirakan akan pulih ke tingkat sebelum pandemi pada paruh pertama tahun 2024. Pemulihan di kawasan ini perlu waktu lebih lama karena beberapa negara belum membuka pasar mereka secepat negara-negara di kawasan lain.

"Pemulihan di kawasan ini membutuhkan waktu lebih lama karena beberapa negara belum membuka pasar mereka secepat negara-negara di kawasan lain karena kebijakan dan alasan internal mereka," kata Sekretaris jenderal Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau International Civil Aviation Organisation (ICAO), Juan Carlos Salazar, di Singapura, Selasa (23/10).

Ket. Foto: Sekretaris Jenderal Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, Juan Carlos Salazar. — Sumber: istimewa

Dikutip dari The Straits Times, menurut angka dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional, lalu lintas udara di Asia-Pasifik, yang diukur dalam pendapatan penumpang kilometer ataurevenue passenger kilometres (RPK), yang mencerminkan permintaan penumpang terhadap transportasi udara, pada paruh pertama 2023 tetap 20,3 persen lebih rendah dibandingkan tingkat pada paruh pertama 2019, tertinggal sebagai wilayah dengan kesenjangan RPK terbesar sebelum dan sesudah pandemi.

Sebagai perbandingan, lalu lintas udara global berada 9,7 persen di bawah tingkat lalu lintas pada paruh pertama 2019.

Mengenai isu keberlanjutan, Salazar mengatakan, kawasan Asia-Pasifik memiliki potensi luar biasa untuk mengadopsi bahan bakar penerbangan berkelanjutan, bahan bakar jet yang terbuat dari bahan limbah seperti minyak goreng bekas dan lemak hewani.

"Hal ini disebabkan oleh melimpahnya bahan baku di kawasan ini, yang merupakan bahan mentah seperti minyak nabati dan limbah pertanian yang dapat digunakan untuk memproduksi bahan bakar, dan beberapa negara bagian di kawasan ini memiliki pengalaman sebelumnya dalam memproduksi bahan bakar alternatif," katanya kepada wartawan di sela-sela acara. acara lima hari yang diselenggarakan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Singapura atauCivil Aviation Authority of Singapore (CAAS), dan diselenggarakan oleh ICAO.

ICAO adalah badan PBB yang menetapkan standar dan praktik global untuk operasi transportasi udara.

Salazar mengatakan produsen pesawat terbang, maskapai penerbangan, bandara, dan penyedia layanan navigasi udara di 187 negara anggota yang berpartisipasi dalam pertemuan ICAO pada 2022 telah mendeklarasikan sasaran emisi nol bersih untuk sektor penerbangan pada 2050, sejalan dengan Perjanjian Paris.

Dalam konferensi mendatang mengenai penerbangan dan bahan bakar alternatif pada bulan November, ICAO akan menghasilkan peta jalan global yang membekali para pemangku kepentingan di industri penerbangan. "Dengan insentif yang diperlukan dan kejelasan yang lebih besar untuk melakukan dekarbonisasi operasi mereka," katanya.

Hal ini akan membantu memastikan penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan secara lebih cepat dan pengurangan emisi secara signifikan.

Salazar mengatakan, bahan bakar penerbangan berkelanjutan adalah "mekanisme terkuat" yang tersedia untuk mendekarbonisasi sektor penerbangan sipil karena bahan bakar tersebut merupakan "solusi yang terbukti" yang digunakan oleh pesawat yang ada.

Bahan bakar tersebut, tambahnya, akan mengurangi emisi penerbangan sekitar 65 persen.

Ketika ditanya tentang tantangan dekarbonisasi industri penerbangan, ia menyebutkan tingginya biaya peralihan ke bahan bakar penerbangan berkelanjutan bagi sektor penghasil energi serta sektor penerbangan sipil.

Tantangan lainnya adalah kurangnya akses global terhadap bahan bakar penerbangan berkelanjutan dan tidak adanya platform yang menghubungkan perusahaan energi dengan konsumen dan investor.

Ketika ditanya bagaimana Singapura dapat mendukung upaya dekarbonisasi, Salazar mengatakan bahwa Singapura adalah "pengadopsi awal" dalam bidang ini dan diakui sebagai pusat global untuk produksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

Singapura adalah rumah bagi fasilitas produksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan terbesar di dunia, yaitu kilang penyulingan raksasa energi Finlandia Neste di Tuas Selatan, yang dapat memproduksi hingga satu juta ton bahan bakar tersebut setiap tahunnya.

Salazar mengatakan sebagai pemimpin dalam diskusi global ICAO mengenai parameter dan kebijakan keberlanjutan, Singapura telah berbagi pengalamannya dengan organisasi tersebut dan negara-negara anggotanya.

Pada Senin, CAAS menandatangani dua perjanjian lalu lintas udara yang akan memungkinkan rute penerbangan lebih langsung dan lebih cepat melalui kolaborasi yang lebih besar antara regulator wilayah udara.

Salazar mengatakan perjanjian "penentu tren" ini akan memberikan manfaat. "Lebih dari sekadar menghemat beberapa menit dalam penerbangan" dan membuka jalan bagi kolaborasi serupa di Asia-Pasifik dan kawasan lainnya," terang dia.

Ia menambahkan ICAO juga menciptakan platform bagi penyedia layanan navigasi udara untuk berkolaborasi dan meningkatkan efisiensi operasi penerbangan di Asia-Pasifik dan sekitarnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.