Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Semoga Segera Bisa Diatasi, BPBD Catat Sejumlah Kendaraan Terbakar di TPA Rawa Kucing

📅 Minggu, 22 Okt 2023, 17:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semoga Segera Bisa Diatasi, BPBD Catat Sejumlah Kendaraan Terbakar di TPA Rawa Kucing Doc: Antara/HO/Pemkot Tangerang
Ket. Ilustrasi - Petugas BPBD Kota Tangerang sedang memadamkan api di TPA Rawa Kucing yang terbakar sejak siang hingga Jumat malam ini.

Tangerang - Semoga segera bias diatasi, BPBD Kota Tangerang, Banten mencatat kerugian dari kebakaran di TPA Rawa Kucing yang terdata sementara sejak Jumat (20/10) hingga Sabtu (21/10), yakni sejumlah kendaraan terbakar mulai dari mobil minibus, mobil patroli, mobil loader dan sepeda motor.

"Luas daerah terdampak yaitu terbakar sekitar 80 persen dari 34 hektare luas TPA Rawa Kucing. Bangunan gudang timbang dan sederet bedeng pengepul pun hangus terbakar," kata Kepala BPBD Kota Tangerang Maryono Hasan dalam keterangannya di Tangerang Minggu.

Selain itu BPBD Kota Tangerang juga terus mendata warga yang dievakuasi dari dampak kebakaran TPA Rawa Kucing. Hal ini untuk menjaga keselamatan serta kesehatan dari asap tebal yang ditimbulkan dari kebakaran sampah.

Ada tiga lokasi pengungsian yang disiapkan Pemkot Tangerang yakni Kantor Kecamatan Neglasari, GOR Neglasari dan Kantor Dinsos. "Penanganan dilakukan oleh semua OPD untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan warga sesuai instruksi Wali Kota," kata dia.

Kemudian terkait penanganan kebakaran hingga hari Minggu, Maryono menuturkan sebanyak 534 personel telah dikerahkan secara berkala diantaranya BPBD, DPUPR, DLH, Bidang Pertamanan, Satpol PP, Dinkes Dishub hingga Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang. Lalu perbantuan Pemadam DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang, Kota Tangsel dan Provinsi Banten.

Selain itu, armada yang dikerahkan yakni 24 Unit damkar BPBD Kota Tangerang, 22 Unit Tangki Pertamanan, 4 Tangki DLH Kota Tangerang, 2 unit damkar Bandara Soetta, 2 unit damkar Kota Tangsel, 3 unit pemadam dan 1 unit quick response Damkar DKI.

Selain itu, juga ada 1 unit Damkar BPBD Kabupaten Tangerang, 1 unit Damkar dan 1 Unit Power Suplai BPBD Provinsi Banten, terbaru dikerahkannya 10 alat berat DPUPR Kota Tangerang.

"Kita fokus pada pendinginan setelah api tak lagi berkobar. Kita juga dapat bantuan dair KLHK dalam penanganan. Semoga masalah ini cepat tertangani," ujarnya.

Kemudian terkait kendala, Maryono mengatakan adalah kondisi gunungan sampah yang mudah amblas serta area yang cukup luas dan masih tebalnya asap yang keluar. "Petugas juga kita imbau menjaga keselamatan," ujarnya.

Perlu diketahui TPA Rawa Kucing terbakar pada hari Jumat (20/10) pukul 14.00 wib yang diduga dari dampak cuaca ekstrem. Karena angin sangat kencang, api merambat ke sampah plastik yang mudah terbakar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.