Kasus Pembunuhan Subang, Pakar Ingatkan Polisi Cermati Pengakuan Pelaku

Minggu, 22 Okt 2023, 11:50 WIB

Jakarta, 20/10 (ANTARA) - Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel mengingatkan pihak kepolisian yang mengusut kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, untuk cermat menilai pengakuan dari pelaku pembunuhan tersebut.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, Reza menyebut pengakuan para pelaku bisa saja menjadi hal yang meringankan hukumannya bila nanti divonis bersalah, namun sebelum sampai ke ranah pembuktian padapersidangan, penyidik kepolisian perlu mencermati apakah pengakuan tersebut palsu atau yang sebenarnya.

"Polisi tetap harus memastikan apakah itu pengakuan yang sebenarnya atau pengakuan palsu (false confession). Jangantaken for grantedbahwa yang bersangkutan sudah jujur sejujur-jujurnya," kata Reza.

Dalam psikologi forensik, kata Reza, barang yang paling potensial merusak proses penegakan hukum dan pengungkapan kebenaran adalah pengakuan. Karena pengakuan rentan mengalami distorsi dan fragmentasi.

Reza mengatakan untuk memastikan pengakuan itu bukan palsu, keterangan pelaku harus dikorek agar memberikan informasi yang berkualitas.

"Dari sisi psikologi forensik, dalamsettinginterogasi, informasi yang berkualitas harus lengkap dan akurat," katanya.

Menurut dia, kemampuan polisi secara global dalam mengungkap kasus pembunuhan memang mengalami penurunan. Padahal teknologi investigasi semakin canggih. Sementara, dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang yang menjadi misteri selama dua tahun, mengindikasikan para pelaku bukan sindikat kriminal.

Bahkan, terungkapnya kasus ini bukan dicapai oleh proses investigasi kepolisian, melainkan berkat "kebaikan" pelaku.

"Jadi, kita mau bilang apa? Pelaku memang cerdas, atau pada dasarnya kemampuan investigasi polisi yang perlu di-upgrade?" ujarnya.

Reza juga menanggapi penyataan Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat yang mengatakan ditemukan percikan darah korban di baju salah satu tersangka.

Pernyataan itu, kata dia, menimbulkan pertanyaankapan polisi menemukan percikan darah itu. Kalau sudah ditemukan sejak dulu maka semestinya pendalaman hingga penetapan tersangka sepertinya sudah bisa dilakukan sejak dulu juga.

"Awas, jangan sampai memunculkan kesan polisi membuat atau menciptakan barang bukti guna memenuhi ketentuan minimal dua alat bukti," kata Reza mengingatkan.

Pembunuhan Tuti Suhartini(55) dan anaknya Amelia Mustika Ratu (23) terjadi di Subang, Jawa Barat pada 18 Agustus 2021. Jenazah keduanya ditemukan dalam bagasi mobil berwarna hitam di rumahnya dengan luka di bagian kepala.

Polisi dinilai lambat dalam mengungkap kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang yang sempat viral. Karena setelah dua tahun baru terungkap setelah salah satu pelaku, M Ramdanu alias Danu yang merupakan keponakan korban menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya kepada polisi.

Dalam kasus itu, Polda Jawa Barat menetapkan lima orang tersangka, selain Danu, Yosep Hidayat (suami Tuti), istri muda Yosep, Mimin, serta kedua anak tirinya, Arighi Reksa Pratama dan Abi.

Ket. Foto: Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel. — Sumber: ANTARA/Dewanto Samodro

Namun, polisi baru menahan Danu serta Yoseppadai kasus tersebut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.