• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Gili Paserang, Pulau Kecil...

Gili Paserang, Pulau Kecil dengan Sabana Hijau di Selat Alas

Sabtu, 21 Okt 2023, 06:10 WIB

Seperti tiga pulau di Gili Trawangan, Lombok, Gili Balu memiliki delapan pulau cantik satu diantaranya Gili Paserang. Pemandangan sabana, perbukitan, hutan mangrove, pasir putih, dan keindahan alam bawah laut menjadi pesona.

Gili Balu merupakan kawasan pulau-pulau kecil di wilayah kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Gugusan pulau-pulau kecil yang umumnya tidak dihuni ini, memiliki aneka ragam keindahan ini telah menjadi daya tarik wisata dengan hadirnya banyak pengunjung.

Ket. Foto: — Sumber: Wikimedia

Dalam bahasa Sumbawa,giliartinya pulau, danbaluartinya delapan. Saat ini kepulauan ini menjadi kawasan konservasi laut yang terdiri dari delapan pulau kecil dengan segala potensi kelautan yang dimiliki untuk rekreasi bahari.

Kedelapan pulau di Gili Balu adalah Gili Kenawa, Gili Mandiki, Gili Paserang, Gili Kambing, GIli Belang, Ngilu Ular, Gili Namo, dan Gili Kalong. Dari kedelapan pulau yang ada, baru dua pulau yang telah dikelola sebagai tempat wisata yaitu Gili Kenawa dan Gili Paserang.

Pulau-pulau ini berada di utara Pulau Sumbawa berdekatan dengan Selat Alas yang memisahkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Tempatnya yang sepi, cocok untuk mereka yang ingin menikmatihidden gemyang menjauhkan diri dari keramaian.

Gili Paserang menurut laman Kabupaten Sumbawa Barat memiliki luas 45,77 hektare. Sebagian besar daratannya merupakan sabana. Pada bagian barat, terdapat bukit yang memanjang dari utara ke selatan.

Di kawasan pesisirnya, Gili Paserang dikelilingi oleh pantai berpasir putih. Terumbu karang yang indah dan hutan mangrove menutupi sebagian pantai di barat pulau. Mengeksplorasi kawasan ini dengan beberapa tempat yang unik tersebut menjadi daya tariknya.

Secara administratif Gili Paserang berada di Desa Poto Tano, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Setelah mendarat di Bandara Internasional Lombok di Praya, Lombok Tengah, perjalanan dilanjutkan ke Pelabuhan Kayangan.

Dari bandara, jarak ke Pelabuhan Kayangan mencapai 99 kilometer. Setelah tiba di pelabuhan, perjalanan dilanjutkan dengan menyeberang ke Pelabuhan Poto Tano di Pulau Sumbawa yang bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Tarif untuk penumpang pejalan kaki pada Januari 2023 ditetapkan sebesar 18.800 rupiah per orang.

Di sekitar Pelabuhan Poto Tano ini bisa ditemukan layanan penyewaan perahu bermesin untuk menuju pulau-pulau di sekitar Selat Alas, salah satu rutenya ke Gili Paserang. Jarak dari pelabuhan ke Gili Paserang hanya 2,6 kilometer.

Ongkos perahu bolak balik mencapai tempat ini sekitar 500.000 rupiah. Ongkos ini terkesan mahal, namun dengan kapasitas perahu yang bisa memuat antara 8 hingga 10 orang. Oleh karenanya disarankan untuk melakukan perjalanan secara berombongan.

Perahu akan menempuh perjalanan sekitar 5 menit untuk tiba di dermaga yang berada di sebelah tenggara pulau. Sebelum menginjak di Gili Paserang, dari jauh pulau ini sudah terlihat personanya berupa bukit hijau yang menjulang.

Setelah sampai di pelabuhan, keindahan GIli Paserang akan lebih terasa. Bukitnya yang hijau dengan savana atau padang rumputnya yang luas, semakin jelas terlihat. Salah satu yang membuat tidak sabar adalah bergegas mendaki bukit untuk melihat pemandangan alam di sekelilingnya secara utuh.

Untuk mencapai puncak bukit tidak perlu repot-repot karena jalan setapak yang sudah dilapispaving block. Jalan berlapis beton ini membuat perjalanan menuju puncak menjadi lebih mulus dibandingkan dengan melawati jalan tanah.

Sesampai di atas bukit Gili Paserang, akan bisa melihat pemandangan dengan sudut pandang 360 derajat. Dari atas akan terlihat Pulau Sumbawa beserta pulau-pulau indah di dekatnya seperti Gili Kenawa, Gili Belang, dan Gili Ular. Dari sini juga bisa dilihat keindahan puncak Rinjani di Pulau Lombok.

Dari puncak dapat melihat pemandangan sabana yang luas. Bukan hanya pemandangan pada rumput saja, di bagian barat pulau mendekati pantai dibangun beberapa pondok atau rumah kecil. Jika dihitung jumlah totalnya enam pondok.

Jenis pondok pertama menggunakan model atap pelana kampung setengah bertumpuk di bagian depan. Bahan atapnya adalah sirap yang terbuat dari kayu. Bangunannya sendiri berwarna kuning cerah kontras dengan pemandangan laut biru di depannya.

Jenis pondok kedua memiliki tiga rumah dengan model atap berbentuk perisai limasan dengan atap berupa sirap. Rumah panggung dengan pondasi beton ini didimonasi oleh kayu, dengan warna kayu alami alias tanpa cat.

Keberadaan pondok-pondok ini yang berada di padang rumput ini cukup menonjol. Selain sebagai tempat berlindung wisatawan dari panas dan hujan aktivitas menarik yang kerap dilakukan wisatawan adalah menjadikannya tempat dan objek berfoto.

Aktivitas "Snorkeling"

Setelah mengeksplorasi daratan Gili Paserang, saatnya tiba untuk menjelajahi pantainya dan juga bawah lautnya. Pantainya memiliki pasir putih yang lembut. Di bagian timur dan selatan pulau yang berhadapan dengan Selat Alas ditumbuhi tumbuhan bakau sekaligus menjaga pulau dari abrasi.

Namun, berenang di tepian pesisirnya bahkan jugasnorkelingmenjadi kegiatan mengasyikkan di sini. Perairan di utara dan barat daya pulau yang memiliki terumbu karang dengan perairannya yang dangkal adalah wilayah yang bisa digunakan untuksnorkelling.

Ada beberapa penghuni laut yang unik, termasuk ikan pari manta (manta ray) polka dot yang biasa melintas di bawah dermaga. Banyak wisatawan yang mengatakan melakukan aktivitassnorkelingdi tempat ini rasanya seperti berada di tengah akuarium yang begitu besar.

Snorkelingdi Gili Paserang dengan mudah menemukan berbagai macam biota laut seperti bintang laut, kuda laut, kepiting, aneka ragam jenis ikan yang lucu, dan bermacam tumbuhan karang. Namun karena wilayah ini masih minim fasilitas peralatansnorkeling, oleh karenanya disarankan untuk membawa peralatan sendiri.

Setelah puas menikmati pantai dan pemandangan bawah air, tiba saatnya menikmati senja dan malam di Gili Paserang. Beberapa dari wisatawan datang dengan membawa peralatan berkemah. Menikmati malam yang tenang di pulau kecil merupakan sensasi tersendiri.

Bintang yang bertaburan di atasnya cukup mudah dilihat syaratnya jika cuaca tidak mendung. Apalagi kawasan gugusan Gili Balu jauh dari polusi cahaya kota sehingga menikmati keindahan inti galaksi Bima Sakti yang seperti kabut susu menjadi semakin mudah.

Di Gili Paserang terdapat warung makan sehingga pengunjung tidak perlu khawatir kelaparan. Namun salah satu kekurangannya belum tersedia air bersih secara mudah meski pulau ini memiliki sumber air bersih. Untuk mendapatkan air bersih, pengunjung harus membeli dengan harga 15.000 per galon. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.