AS-Korsel Keluarkan Peringatkan Peretas Korut

Jumat, 20 Okt 2023, 02:35 WIB

SEOUL - Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) telah mengeluarkan peringatan kepada komunitas internasional mengenai peretas Korea Utara (Korut) yang menyamar sebagai pencari kerja non-Korut, yang tujuannya adalah untuk melakukan misi dunia maya yang dapat mempercepat ambisi nuklir Pyongyang.

Pihak berwenang dari kedua negara mengeluarkan pengumuman layanan publik bersama pada Rabu (18/10) malam bahwa para peretas ini menyamar sebagai pekerja teknologi informasi (TI) dan warga negara non-Korut, yang berpotensi menyusup ke perusahaan-perusahaan global.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

"Pekerja TI Korut terus memanfaatkan permintaan akan keterampilan TI tertentu seperti pengembangan perangkat lunak dan aplikasi seluler sambil melakukan penipuan dalam memperoleh kontrak kerja di seluruh dunia, termasuk di AS. Tindakan ini menyebabkan perusahaan-perusahaan tanpa disadari mempekerjakan pekerja IT Korut," kata Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.

Kementerian itu pun menambahkan bahwa mereka bekerja sama erat dengan Biro Investigasi Federal, serta Kementerian Luar Negeri Korsel, Badan Kepolisian Nasional, dan Badan Intelijen Nasional untuk mengatasi masalah ini.

Inisiatif ini menindaklanjuti peringatan serupa yang dikeluarkan pada Mei dan Desember tahun lalu. Peringatan terbaru ini memberikan pembaruan pedoman yang lebih jelas tentang bagaimana peretas rahasia Korut beroperasi.

"Mempekerjakan atau mendukung pekerja TI Korut, baik disadari atau tidak, menimbulkan banyak risiko, mulai dari pencurian kekayaan intelektual, data, dan dana, hingga kerusakan reputasi dan konsekuensi hukum, termasuk di bawah sanksi AS, Korsel, dan PBB," kata pernyataan itu.

Sejauh ini pihak berwenang mencatat bahwa potensi peretasan yang dilakukan oleh pekerja TI Korut dapat membantu pengembangan senjata pemusnah massal dan program misil balistik di Pyongyang.

Aktivitas Mencurigakan

Sementara itu pada Kamis (19/10), Kementerian Luar Negeri Korsel memperkuat pernyataan tersebut dan menguraikan tanda-tanda bahaya tertentu yang terkait dengan pekerja IT Korut. Kementerian itu mengatakan bahwa permintaan yang tidak biasa, seperti mencari metode pembayaran alternatif selain rincian rekening biasa untuk gaji atau menggunakan alamat pengirim barang alih-alih alamat rumah pribadi untuk pengiriman, bisa menjadi indikator utama aktivitas mencurigakan.

Pernyataan itu mengatakan peretasan telah menjadi sumber pendapatan besar bagi Korut dimana rezim yang berkuasa di Pyongyang baru-baru ini tidak hanya menargetkan lembaga keuangan dan mata uang kripto, namun juga berupaya mengeksploitasi kerentanan di berbagai sektor, termasuk perusahaan manufaktur.RFA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.